Sudah menjadi pengetahuan umum (bukan rahasia umum) bahwa negaraku terinta ini terlalu banyak memiliki oknum aparat yang nggregetin mulai dari level paling bawah sampai paling atas. Saking banyaknya oknum aparat ga bener tersebut, aparat lain yang banting tulang melakukan tugasnya dengan jujur dan penuh komitmen jadi tidak terlihat perannya. Entah karena kurangnya publikasi mengenai mereka atau emang kuantitasnya yang kalah jauh dibanding dengan kelompok yang nggregetin tadi itu.
Kompas hari ini (23 Maret 2006) menampilkan 2 kelompok tersebut di atas. Frontpage, tepat di bawah berita utama terdapat berita 2 kolom dengan judul "Empat Anggota Brimob Dalangi Perampokan". Kayanya ini udah bukan menjadi berita asing lagi bagi kita kan ....
Di halaman ketiga, "Miliaran Rupiah dibagi-bagi", kembali oleh para oknum aparat ba****t itu. Bukannya dibagi-bagi ke rakyat tapi buat kroni-kroninya sendiri. Masih di halaman tiga, "Ajun Komisaris Sup Diperiksa secara Intensif" berkenaan dengan kasus pemerasan.
Halaman 7 menampilkan karikatur seorang berbaju safari tengah ngorok dengan khidmad di kursi kulit nan empuk dengan mikrofon bertangkai panjang tepat di depan mulutnya. Judul tulisannya "Wakil Rakyat, Manusia Setengah Dewa?". Kayanya mereka emang cuman mewakili rakyat buat ngorok dan ngabisin duit negara.
Di halaman 26, 4 petugas Bea dan Cukai ditahan karena terlibat penyelundupan motor gede. Headline halaman itu sendiri berjudul "Pegawai Provinsi Ditangkap" diduga menipu 12 CPNS di Banten. Dan masih ajah orang-orang tertipu tadi adalah mereka yang berharap bisa diterima jadi PNS dengan menyetorkan uang suap antar 20 sampai 40 juta.
GUOBLOK!!!
Orientasi orang-orang seperti ini kalo sudah diterima adalah Break Event Point, balik modal. Abis itu cari untung. Maka tidak akan pernah pupuslah rantai kaderisasi pejabat/aparat bobrok di negeri ini.
Sepertinya Kompas masih memiliki berita mengenai ulah para aparat/pejabat brengsek itu di halaman berikutnya. Anggota Polri yang gugur akibat kerusuhan di Abepura beberapa hari lalu seakan terlupakan begitu saja digantikan oleh berita teman-temannya yang ga bener itu.
Phew ... kayanya perlu di oursource ajah kali yah plus dilakukan audit internasional secara rutin :D
This blog is no longer maintained. Please go to www.nurikidy.com instead
Thursday, March 23, 2006
Wednesday, March 22, 2006
Software Bajakan Boleh Dipakai Resmi Lho ...
Cuplikan dari detikinet.com
"Dalam undang-undang, software bajakan yang dilarang adalah untuk kepentingan komersial. Jadi untuk kepentingan komersial dilarang! tapi untuk kepentingan pelatihan, dan di instansi-instansi itu diperbolehkan,"
Kalimat di atas adalah pernyataan seorang AKBP1 di Makassar berkaitan dengan razia software bajakan yang sedang dilakukan di sana. See, razia software bajakan emang dibenarkan dan seharusnya demikian. Cuman komentar si Oom AKBP itu kalo ga dibilang keblinger kok ya o'on banget kesannya.
Kalo dalam pengertian orang awam hukum seperti saya ini, berarti ada beberapa kesimpulan dari pernyataan di atas:
1. Jualan software bajakan = HARAM (pokoknya yang menghasilkan duit dari pemakaian/penjualan software tersebut)
2. Instansi-instansi (termasuk instansi kepolisian sendiri, mungkin) memakai software bajakan = HALAL (atau mungkin diharuskan ?)
Nah bikin SIM ajah ke salah satu instansi kan kita mesti keluar duit, berarti si instansi dapat duit. Itu bukan termasuk komersil yah ? Ck ck ck ck. Si Oom kayanya cuman inget isi pasal 72 ayat 3 UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta soal kata "kepentingan komersil".
Bunyi lengkap pasal 72 ayat 3 tsb adalah :
"Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)."
Tapi apakah memang pasal tersebut diterjemahkan sesuai dengan komentar Oom AKBP di atas? Saya rasa kok nggak yah. Trus pasal-pasal lain dikemanain ? Belum lagi pernyataan di atas kok bertentangan dengan surat dari Menkominfo periode sebelumnya (Syamsul Mu'arif) yang mengajak melakukan tindakan konkrit berkenaan dengan pemakaian software di instansi pemerintahan. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan software bajakan dan menggunakan solusi alternatif software open source.
Apakah ini untuk ngeles bahwa kenyataan instansi-instansi pemerintah tingkat pemakaian software bajakannya mencapai 90% ? Jadi dengan pernyataan tersebut di atas, angka 90% tersebut dibenarkan (baca:dihalalkan). Pantes saja razia selama ini beraninya cuman ke toko-toko di Mall (termasuk toko komputer).
Nah loh. Gimana bisa bener penegakan hukum kalo caranya seperti ini, aparatnya sendiri bikin pertanyataan-pernyataan rancu yang keblinger kaya gitu.
Haiyaaa ....
1:Ajun Komisaris Besar Polisi
"Dalam undang-undang, software bajakan yang dilarang adalah untuk kepentingan komersial. Jadi untuk kepentingan komersial dilarang! tapi untuk kepentingan pelatihan, dan di instansi-instansi itu diperbolehkan,"
Kalimat di atas adalah pernyataan seorang AKBP1 di Makassar berkaitan dengan razia software bajakan yang sedang dilakukan di sana. See, razia software bajakan emang dibenarkan dan seharusnya demikian. Cuman komentar si Oom AKBP itu kalo ga dibilang keblinger kok ya o'on banget kesannya.
Kalo dalam pengertian orang awam hukum seperti saya ini, berarti ada beberapa kesimpulan dari pernyataan di atas:
1. Jualan software bajakan = HARAM (pokoknya yang menghasilkan duit dari pemakaian/penjualan software tersebut)
2. Instansi-instansi (termasuk instansi kepolisian sendiri, mungkin) memakai software bajakan = HALAL (atau mungkin diharuskan ?)
Nah bikin SIM ajah ke salah satu instansi kan kita mesti keluar duit, berarti si instansi dapat duit. Itu bukan termasuk komersil yah ? Ck ck ck ck. Si Oom kayanya cuman inget isi pasal 72 ayat 3 UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta soal kata "kepentingan komersil".
Bunyi lengkap pasal 72 ayat 3 tsb adalah :
"Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)."
Tapi apakah memang pasal tersebut diterjemahkan sesuai dengan komentar Oom AKBP di atas? Saya rasa kok nggak yah. Trus pasal-pasal lain dikemanain ? Belum lagi pernyataan di atas kok bertentangan dengan surat dari Menkominfo periode sebelumnya (Syamsul Mu'arif) yang mengajak melakukan tindakan konkrit berkenaan dengan pemakaian software di instansi pemerintahan. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan software bajakan dan menggunakan solusi alternatif software open source.
Apakah ini untuk ngeles bahwa kenyataan instansi-instansi pemerintah tingkat pemakaian software bajakannya mencapai 90% ? Jadi dengan pernyataan tersebut di atas, angka 90% tersebut dibenarkan (baca:dihalalkan). Pantes saja razia selama ini beraninya cuman ke toko-toko di Mall (termasuk toko komputer).
Nah loh. Gimana bisa bener penegakan hukum kalo caranya seperti ini, aparatnya sendiri bikin pertanyataan-pernyataan rancu yang keblinger kaya gitu.
Haiyaaa ....
1:Ajun Komisaris Besar Polisi
Friday, March 17, 2006
Diary Ciledug
Ngga kerasa, udah sebulan lebih ga posting. Yah waktu tersedot abis karena kutukan angka 4. Menurut kepercayaan tionghoa, angka 4 adalah angka sial. Nah saya ketiban sial karena gue ngurusin 4 buah angka 4 :P Dodol emang kominfo.
Nah karena angka sial itu, jatah cuti bulan Februari yang semestinya jadi acara indah pacaran ama yayang di Makassar jadi terganggu karena harus dipanggil balik ke Jakarta. Hiks. Di Jakarta camping mulu di kantor tiap weekend. Balik ke bad habit waktu masih ngantor di GSI1.
Anyway, minggu ini adalah minggu yang bikin kelabakan. Masih terkait angka sial itu, saya harus wira-wiri bin bolak-balik Pancoran-Ciledug-Salemba untuk ngurusin wisuda.
Rabu, 15 Maret 2006
Pagi (pulang ktr dini hari), bersama Bayu, Roni, Jim, Asep kita ke kampus. Bikin SPBM2 di loket 12 abis itu naek ke ruangan Pak Mardi n ngobrol + becanda-becanda kaya biasanya di sana. Jam makan siang Pak Mardi cabut ke imigrasi ngurusin passpor, kita ber-5 ngemil di kantin samping ASTRI3. Wah bening-bening pemandangannya :D Selesai makan perjuangan di mulai. Ke loket 7 minta daftar nilai, dan masalahpun muncul buat saya dan bayu.
Dari syarat 12 MKM4 yang harus diambil, punya kita berdua cuman ada 10. Nah loh, ternyata Bahasa C dan Bahasa Pemrograman Dasar belum di flag sebagai MKM. Aih aih aih, mesti ke Pak Hari untuk ngurusin ini. Sialnya beliau sedang seminar, jadi pulang paling sore jam 5. Buset dah.
Ya udah akhirnya ke Pak Adi Widjaya buat minta tolong. Ternyata banyak juga yang kasus serupa, terutama NIM5 dibawah 2001. Akhirnya Pak Adi mendata semuanya untuk diberesin malam itu juga. Phew... Dah jam 3 sore. Ya udah akhirnya balik ke kantor dan balik ngurusin angka sial bertiga ama Razi dan Pak Arman. Mereka balik jam 2 pagi, saya masih terus krn harus nyiapin swing over buat migrasi datacenter. Balik kamis jam 7 pagi.
Kamis, 16 Maret 2006.
Telpon berdering mulu, padahal baru juga bobo :). Online dari kontrakan buat remote kerjaan bentar. Sarapan, trus jam 11 berangkat lagi ke Ciledug. Sampe di sana loket 7 & 8 dah kaya loket PT KAI7 di Juanda. Antrian mahasiswa kaya antrian calon penumpang kereta. Langsung deh print DRAFT TRANSKRSIP nilai buat syarat pendaftaran wisuda.
Dapat print-out nya dengan keterangan "belum lulus teori" dan harus menghadap kepala program studi FTI8 (which is Pak Hari Soetanto). Nah loh, kalo belom lulus teori kok bisa di approve buat bikin skripsi sampe kelar sidangnya pula. Ya udah akhirnya ngurus ke Pak Hari sekalian mo ngapus satu mata kuliah pilihan ( kebanyakan SKS9 :P ). OK, mata kuliah peran-sis diapus dan checking flag lulus teori. Ternyata ga ada masalah, gue n yang lain (more than 20 ppl) lulus teori semua kok. Trus gemana bisa BAAK11 nyatain kita belum lulus teori ?
Satu rombongan balik lagi ke loket 7. Minta printout lagi. Dan diriku yang malang ini kembali sial.
"Belum lulus teori dan nilai yang mo diapus masih nongol, silakan ke kaprodi10 lagi".
Anjrit, ini mana yang bener sih datanya? Balik lagi ke Pak Hari. Check check check, di Pak Hari OK semua kok datanya, yang hapus nilai udah di entry, cuman belum di "verifikasi" oleh kepala BAAK11. Haiyaaa... turun lagi ke BAAK, ternyata udah ada segerombolan mahasiswa sdg menunggu kedatangan kepala BAAK yang sedang keluar kantor. Jam 3 akhirnya yang ditunggu datang, penghapusan nilai selesai di-"verifikasi". Balik ke loket 7, minta print out draft transkrip nilai. Kembali dinyatakan "belum lulus teori". Anjritttttttttt, ini gimana seh. Setengah sewot, saya ma beberapa orang curhat lagi ke Pak Hari sampe beliau bete karena kok kasus yang sama mulu sih kejadiannya. Ini pasti operatornya ajah neh yang salah mengartikan request. Pak Hari menegaskan bahwa anak-anak FTI datanya udah OK semua. Beliau malah menyarankan "udah deh, langsung daftar wisuda ajah ga usah cek2 transkrip lagi. Toh nanti pas daftar wisuda langsung di print juga semuanya".
Karena males kalo nanti kembali mendapat piala "belum lulus teori", akhirnya inisiatif untuk curhat ke kepala BAAK. Dan beliau juga bete karena udah belasan mahasiswa baru saja komplain hal serupa. Aih aih, akhirnya saya diantar langsung ke dalam ruangan loket 7. Dan ternyata emang problem di operatornya yang salah menterjemahkan request.
Aih aih aih aih ...
Jam 3 lebih akhirnya draft nilai keluar, MKM udah 12, lulus teori. Udah deh abis itu bayar uang wisuda. Done. Selanjutnya fotokopi kwitansi pembayaran tersebut. Done. Kemudian balik ke loket 6 nyerahin kwitansi, SPBM & foto 3x4 (2 lembar) 4x6 (4 lembar). Masalah belum kelar.
Si Jim foto 4x6-nya bermasalah karena "kegedean". Nah loh, kegedean gemana? Kan dah bener ukurannya 4x6. Akhirnya minjem poto 4x6 orang lain yang foto di kampus. Ternyata ukurannya kagak ada 4x6 kaya punya kita yang foto di Fuji melaikan 4x5. Ya ampun, mereka punya penggaris ga sih? Si Jim langsung deh sewot. Dan karena dah bete akibat di-ping pong seharian dia langsung foto ajah di kampus walo tahu hasilnya tidak memuaskan.
Saya ma Bayu ragu-ragu mo foto juga kaya Jim. Ya udah akhirnya kita pulang ajah.
Jam 7 malam ke kos-kosan Bayu. Pinjam jas almamater buat foto. Bermodalkan Canon Ixus 5, akhirnya kita bikin studio foto dadakan di kamar Bayu. Setelah retouch dikit pake photoshop, aku ma roni langsung cabut ke FIP13 Matraman. Jam 21.30 foto kelar, pulang ke kontrakan. Sampe rumah langsung online ngurusin kerjaan yang tertunda gara2 ke Ciledug. Aih, CMG masih ajah ada problem. Ya udah deh, mending konsen ke migrasi data center ajah. Si Kodok ma Odong standby di kantor.
Jum'at, 17 Maret 2006
Jam 9 ada meeting masalah performansi SMSC dengan vendornya. Abis sholat Jum'at langsung cabut lagi ke ciledug buat ngurusin foto. Kali ini khusus pinjem penggaris milik Mbak Erna buat jaga-jaga kalo loket 6 rese lagi soal ukuran foto. Di loket 6 (sambil naruh penggaris depan loket) saya nyerahin foto versi 1 (yg bukan dari digicam) sambil menegaskan kalo ini udah 4x6, boleh dicek dengan penggaris. Eh, tanpa komentar langsung di proses tuh tanpa ba-bi-bu lagi termasuk punya Bayu dan titipannya (Roni, Asep, Mas Poer). Ganti si Jim yang mencak-mencak.
Haiyaaa ... thinkless deh (maksudnya ga abis pikir, tapi kok kayanya malah keabisan pikiran yah ? hehehehehe). Urusan foto selesai kita ke ruangan Pak Hari buat nanya-nanya soal prosedur untuk apply jadi dosen di Budi Luhur. Ceritanya si Jim pingin ngajar di sana, akhirnya kita bertiga malah di minta jadi dosen. Dan dasar dah ciri khasnya Pak Hari, kita malah ngobrolnya lama di luar topik ngobrolin perkembangan kampus tercinta sambil becanda-becanda, lupa kalo di luar ada antrian :D hihihihihihi.
Balik ke kantor dan mesti bertarung lagi dengan angka sial.
Phew ... 1 masalah selesai, sisanya masih ngantri untuk diselesaikan :P
1: Graha Surya Internusa
2: Surat Persetujuan Biodata Mahasiswa
3: Akademi Sekretari
4: Matakuliah Kendali Mutu
5: Nomor Induk Mahasiswa
6: Ga ada apa-apa
7: Kereta Api Indonesia
8: Fakultas Teknik Informatika
9: Sistem Kebut Semalam (??)
10: Kepala Program Studi
11: Biro Administrasi Akademik & Kemahasiwaan
12: kelewatan hehehehehehe
13: Fuji Image Plasa gitu loh ....
Nah karena angka sial itu, jatah cuti bulan Februari yang semestinya jadi acara indah pacaran ama yayang di Makassar jadi terganggu karena harus dipanggil balik ke Jakarta. Hiks. Di Jakarta camping mulu di kantor tiap weekend. Balik ke bad habit waktu masih ngantor di GSI1.
Anyway, minggu ini adalah minggu yang bikin kelabakan. Masih terkait angka sial itu, saya harus wira-wiri bin bolak-balik Pancoran-Ciledug-Salemba untuk ngurusin wisuda.
Rabu, 15 Maret 2006
Pagi (pulang ktr dini hari), bersama Bayu, Roni, Jim, Asep kita ke kampus. Bikin SPBM2 di loket 12 abis itu naek ke ruangan Pak Mardi n ngobrol + becanda-becanda kaya biasanya di sana. Jam makan siang Pak Mardi cabut ke imigrasi ngurusin passpor, kita ber-5 ngemil di kantin samping ASTRI3. Wah bening-bening pemandangannya :D Selesai makan perjuangan di mulai. Ke loket 7 minta daftar nilai, dan masalahpun muncul buat saya dan bayu.
Dari syarat 12 MKM4 yang harus diambil, punya kita berdua cuman ada 10. Nah loh, ternyata Bahasa C dan Bahasa Pemrograman Dasar belum di flag sebagai MKM. Aih aih aih, mesti ke Pak Hari untuk ngurusin ini. Sialnya beliau sedang seminar, jadi pulang paling sore jam 5. Buset dah.
Ya udah akhirnya ke Pak Adi Widjaya buat minta tolong. Ternyata banyak juga yang kasus serupa, terutama NIM5 dibawah 2001. Akhirnya Pak Adi mendata semuanya untuk diberesin malam itu juga. Phew... Dah jam 3 sore. Ya udah akhirnya balik ke kantor dan balik ngurusin angka sial bertiga ama Razi dan Pak Arman. Mereka balik jam 2 pagi, saya masih terus krn harus nyiapin swing over buat migrasi datacenter. Balik kamis jam 7 pagi.
Kamis, 16 Maret 2006.
Telpon berdering mulu, padahal baru juga bobo :). Online dari kontrakan buat remote kerjaan bentar. Sarapan, trus jam 11 berangkat lagi ke Ciledug. Sampe di sana loket 7 & 8 dah kaya loket PT KAI7 di Juanda. Antrian mahasiswa kaya antrian calon penumpang kereta. Langsung deh print DRAFT TRANSKRSIP nilai buat syarat pendaftaran wisuda.
Dapat print-out nya dengan keterangan "belum lulus teori" dan harus menghadap kepala program studi FTI8 (which is Pak Hari Soetanto). Nah loh, kalo belom lulus teori kok bisa di approve buat bikin skripsi sampe kelar sidangnya pula. Ya udah akhirnya ngurus ke Pak Hari sekalian mo ngapus satu mata kuliah pilihan ( kebanyakan SKS9 :P ). OK, mata kuliah peran-sis diapus dan checking flag lulus teori. Ternyata ga ada masalah, gue n yang lain (more than 20 ppl) lulus teori semua kok. Trus gemana bisa BAAK11 nyatain kita belum lulus teori ?
Satu rombongan balik lagi ke loket 7. Minta printout lagi. Dan diriku yang malang ini kembali sial.
"Belum lulus teori dan nilai yang mo diapus masih nongol, silakan ke kaprodi10 lagi".
Anjrit, ini mana yang bener sih datanya? Balik lagi ke Pak Hari. Check check check, di Pak Hari OK semua kok datanya, yang hapus nilai udah di entry, cuman belum di "verifikasi" oleh kepala BAAK11. Haiyaaa... turun lagi ke BAAK, ternyata udah ada segerombolan mahasiswa sdg menunggu kedatangan kepala BAAK yang sedang keluar kantor. Jam 3 akhirnya yang ditunggu datang, penghapusan nilai selesai di-"verifikasi". Balik ke loket 7, minta print out draft transkrip nilai. Kembali dinyatakan "belum lulus teori". Anjritttttttttt, ini gimana seh. Setengah sewot, saya ma beberapa orang curhat lagi ke Pak Hari sampe beliau bete karena kok kasus yang sama mulu sih kejadiannya. Ini pasti operatornya ajah neh yang salah mengartikan request. Pak Hari menegaskan bahwa anak-anak FTI datanya udah OK semua. Beliau malah menyarankan "udah deh, langsung daftar wisuda ajah ga usah cek2 transkrip lagi. Toh nanti pas daftar wisuda langsung di print juga semuanya".
Karena males kalo nanti kembali mendapat piala "belum lulus teori", akhirnya inisiatif untuk curhat ke kepala BAAK. Dan beliau juga bete karena udah belasan mahasiswa baru saja komplain hal serupa. Aih aih, akhirnya saya diantar langsung ke dalam ruangan loket 7. Dan ternyata emang problem di operatornya yang salah menterjemahkan request.
Aih aih aih aih ...
Jam 3 lebih akhirnya draft nilai keluar, MKM udah 12, lulus teori. Udah deh abis itu bayar uang wisuda. Done. Selanjutnya fotokopi kwitansi pembayaran tersebut. Done. Kemudian balik ke loket 6 nyerahin kwitansi, SPBM & foto 3x4 (2 lembar) 4x6 (4 lembar). Masalah belum kelar.
Si Jim foto 4x6-nya bermasalah karena "kegedean". Nah loh, kegedean gemana? Kan dah bener ukurannya 4x6. Akhirnya minjem poto 4x6 orang lain yang foto di kampus. Ternyata ukurannya kagak ada 4x6 kaya punya kita yang foto di Fuji melaikan 4x5. Ya ampun, mereka punya penggaris ga sih? Si Jim langsung deh sewot. Dan karena dah bete akibat di-ping pong seharian dia langsung foto ajah di kampus walo tahu hasilnya tidak memuaskan.
Saya ma Bayu ragu-ragu mo foto juga kaya Jim. Ya udah akhirnya kita pulang ajah.
Jam 7 malam ke kos-kosan Bayu. Pinjam jas almamater buat foto. Bermodalkan Canon Ixus 5, akhirnya kita bikin studio foto dadakan di kamar Bayu. Setelah retouch dikit pake photoshop, aku ma roni langsung cabut ke FIP13 Matraman. Jam 21.30 foto kelar, pulang ke kontrakan. Sampe rumah langsung online ngurusin kerjaan yang tertunda gara2 ke Ciledug. Aih, CMG masih ajah ada problem. Ya udah deh, mending konsen ke migrasi data center ajah. Si Kodok ma Odong standby di kantor.
Jum'at, 17 Maret 2006
Jam 9 ada meeting masalah performansi SMSC dengan vendornya. Abis sholat Jum'at langsung cabut lagi ke ciledug buat ngurusin foto. Kali ini khusus pinjem penggaris milik Mbak Erna buat jaga-jaga kalo loket 6 rese lagi soal ukuran foto. Di loket 6 (sambil naruh penggaris depan loket) saya nyerahin foto versi 1 (yg bukan dari digicam) sambil menegaskan kalo ini udah 4x6, boleh dicek dengan penggaris. Eh, tanpa komentar langsung di proses tuh tanpa ba-bi-bu lagi termasuk punya Bayu dan titipannya (Roni, Asep, Mas Poer). Ganti si Jim yang mencak-mencak.
Haiyaaa ... thinkless deh (maksudnya ga abis pikir, tapi kok kayanya malah keabisan pikiran yah ? hehehehehe). Urusan foto selesai kita ke ruangan Pak Hari buat nanya-nanya soal prosedur untuk apply jadi dosen di Budi Luhur. Ceritanya si Jim pingin ngajar di sana, akhirnya kita bertiga malah di minta jadi dosen. Dan dasar dah ciri khasnya Pak Hari, kita malah ngobrolnya lama di luar topik ngobrolin perkembangan kampus tercinta sambil becanda-becanda, lupa kalo di luar ada antrian :D hihihihihihi.
Balik ke kantor dan mesti bertarung lagi dengan angka sial.
Phew ... 1 masalah selesai, sisanya masih ngantri untuk diselesaikan :P
1: Graha Surya Internusa
2: Surat Persetujuan Biodata Mahasiswa
3: Akademi Sekretari
4: Matakuliah Kendali Mutu
5: Nomor Induk Mahasiswa
6: Ga ada apa-apa
7: Kereta Api Indonesia
8: Fakultas Teknik Informatika
9: Sistem Kebut Semalam (??)
10: Kepala Program Studi
11: Biro Administrasi Akademik & Kemahasiwaan
12: kelewatan hehehehehehe
13: Fuji Image Plasa gitu loh ....
Tuesday, February 14, 2006
Gen' ASik
Jadi secara garis besar, Gen' Asik ini mirip dengan program simPATIzone yang itu membuat sebuah komunitas khusus buat pemakai kartuAS dengan segala feature-feature yang ditawarkan.
aih-aih, bakal lebih sibuk lagi deh tahun ini ....
kartuAS image is property of PT Telkomsel
Sunday, February 05, 2006
Pindahan Rumah
Yow guys ...
FYI, ga penting sih hehehehehehehehe
Hari ini, saya + Pii + Tono + Budi pindahan rumah dari kontrakan di Jl. Rasamala I gg. Puskesmas No.25 ke Jl. Sapta No.33a.
Lumayan juga capeknya mindahin segitu banyak barang. Yang nyebelin isi kamarnya si Budi yang menghasilkan alumni berupa 1 lemari baju, 2 dus gede baju, 1 dipan + 2 meja kecil, belum lagi pernak-pernik lainnya. Buset dah.
Ya udah, setelah sukses kehujanan selesai Ashar tadi, kini saya udah berada di kos-kosan Bayu & Roni untuk bantuin mereka bertiga (+ Mas Pur) menyelesaikan skripsi. Jum'at tanggal 10 Februari mereka pada sidang selesai Sholat Jum'at.
Ganbatte ne !!!
FYI, ga penting sih hehehehehehehehe
Hari ini, saya + Pii + Tono + Budi pindahan rumah dari kontrakan di Jl. Rasamala I gg. Puskesmas No.25 ke Jl. Sapta No.33a.
Lumayan juga capeknya mindahin segitu banyak barang. Yang nyebelin isi kamarnya si Budi yang menghasilkan alumni berupa 1 lemari baju, 2 dus gede baju, 1 dipan + 2 meja kecil, belum lagi pernak-pernik lainnya. Buset dah.
Ya udah, setelah sukses kehujanan selesai Ashar tadi, kini saya udah berada di kos-kosan Bayu & Roni untuk bantuin mereka bertiga (+ Mas Pur) menyelesaikan skripsi. Jum'at tanggal 10 Februari mereka pada sidang selesai Sholat Jum'at.
Ganbatte ne !!!
Friday, February 03, 2006
Berburu Tanda Tangan
Well, masih melanjutkan serial "skripsi" :) Abis sidang tanggal 19 Januari kemarin, tanggal 20-nya langsung balik ke kampus pusat setelah semalam begadangan bikin revisi beberapa lembar + bantuin si Rudi yg mampir ke ktr benerin program GIS-nya yang "ancur" + kebetulan saya notis kalo Vaio-nya yg segede bagong itu telah sukses terinfeksi that f*****g brontok virus.
Sampe kampus jam 9 pagi, untuk ga telat krn mesti gantian jadi supporternya Rudi + bawain LCD Proyektor. (Thanks to Lyta buat pinjeman proyeltornya, you're my saviour angel. Hontou ni arigatou!). Selain itu rada kaget juga, pas lagi asik "ngintip" sidang di "kamar" sebelah, Pak Bandi -dosen penguji si Rudi- mengajukan pertanyaan yang kayanya kesulitan buat di jawab oleh si Rudi. Eh abis itu beliau malah bilang "Ya udah, kalo gitu ask the audience ajah deh. Nilainya 50-50 kalo bisa jawab".
Sambil nunjuk dada diri sendiri saya nanya ke Pak Bandi.
"Saya Pak?"
Pak Bandi mengiyakan, n audience sidang si Rudi sebenernya emang saya sendiri :P
Lha ??? Ini sidang pa kuis Who Wants To Be a Millionaire yah ?
Ya udah deh, setelah 3 pertanyaan di lempar ke audience si Rudi lulus dengan nilai B (80). Yg nyebelin si Rudi cuman revisi selembar, sementara saya mesti ganti jajaran genjang flowchart 4 lembar + daftar isi walo dpt A.
Ya udah, selesai Jum'atan acara berburu tanda tangan di mulai. Ternyata waktu yang tepat untuk berburu tanda tangan adalah setelah sholat Jum'at :) Dosen-dosen penguji banyak yang ngumpul di ruangan Pak Mardi selesai makan siang sambil nunggu "kloter" sidang berikutnya jam 13.30. Dan terbukti revisi saya berjalan mulus :) Rudi langsung deh nyari rental komputer buat ikut bikin revisi. Hehehehehe, dia mo patas ceritanya. Sidang + revisi di hari yang sama. Kebetulan Jim & Asep yg sidang tanggal 18 juga datang sore itu untuk revisi juga. Jam 5 sore baru kelar.
Acara berburu tanda tangan kelar. Selanjutnya adalah hardcover n berburu tanda tangan lebih banyak lagi, 5 biji.
Tadi siang janjian ma Rudi ke kampus pusat. Berangkat 11.30 n Jum'atan di sana. Selesai sholat Jumat acara berburu tanda tangan di mulai. Pak Mardi, Pak Tomo & Pak Syafrullah OK dalam waktu ga lebih dari 10 menit. Yang lama mesti nungguin Pak Hari dan Pak Wendi karena keburu "nyidang". Kayanya hari ini bukan hari baik buat peserta sidang. Ada beberapa yang keluar dengan tampang shock bahkan nangis padahal baru juga 30 menit, (waktu sidang 90 menit). Kayanya juga ada yang WO krn dosen penguji pada "berkeliaran" di ruang tunggu mahasiswa dan dikerumunin oleh para penggemarnya (berburu tanda tangan kaya saya). Ada yang serius nyari dosen, kirain mo konsultasi taunya mo menyatakan diri gugur n ikut sidang kedua dengan alasan ga siap, buku softcover belum di jilid.
Lha .... sebelumnya kemana ajah mas ?
Jam 3 sore semua urusan kelar. Lega-nya ..... :)
Sampe kampus jam 9 pagi, untuk ga telat krn mesti gantian jadi supporternya Rudi + bawain LCD Proyektor. (Thanks to Lyta buat pinjeman proyeltornya, you're my saviour angel. Hontou ni arigatou!). Selain itu rada kaget juga, pas lagi asik "ngintip" sidang di "kamar" sebelah, Pak Bandi -dosen penguji si Rudi- mengajukan pertanyaan yang kayanya kesulitan buat di jawab oleh si Rudi. Eh abis itu beliau malah bilang "Ya udah, kalo gitu ask the audience ajah deh. Nilainya 50-50 kalo bisa jawab".
Sambil nunjuk dada diri sendiri saya nanya ke Pak Bandi.
"Saya Pak?"
Pak Bandi mengiyakan, n audience sidang si Rudi sebenernya emang saya sendiri :P
Lha ??? Ini sidang pa kuis Who Wants To Be a Millionaire yah ?
Ya udah deh, setelah 3 pertanyaan di lempar ke audience si Rudi lulus dengan nilai B (80). Yg nyebelin si Rudi cuman revisi selembar, sementara saya mesti ganti jajaran genjang flowchart 4 lembar + daftar isi walo dpt A.
Ya udah, selesai Jum'atan acara berburu tanda tangan di mulai. Ternyata waktu yang tepat untuk berburu tanda tangan adalah setelah sholat Jum'at :) Dosen-dosen penguji banyak yang ngumpul di ruangan Pak Mardi selesai makan siang sambil nunggu "kloter" sidang berikutnya jam 13.30. Dan terbukti revisi saya berjalan mulus :) Rudi langsung deh nyari rental komputer buat ikut bikin revisi. Hehehehehe, dia mo patas ceritanya. Sidang + revisi di hari yang sama. Kebetulan Jim & Asep yg sidang tanggal 18 juga datang sore itu untuk revisi juga. Jam 5 sore baru kelar.
Acara berburu tanda tangan kelar. Selanjutnya adalah hardcover n berburu tanda tangan lebih banyak lagi, 5 biji.
Tadi siang janjian ma Rudi ke kampus pusat. Berangkat 11.30 n Jum'atan di sana. Selesai sholat Jumat acara berburu tanda tangan di mulai. Pak Mardi, Pak Tomo & Pak Syafrullah OK dalam waktu ga lebih dari 10 menit. Yang lama mesti nungguin Pak Hari dan Pak Wendi karena keburu "nyidang". Kayanya hari ini bukan hari baik buat peserta sidang. Ada beberapa yang keluar dengan tampang shock bahkan nangis padahal baru juga 30 menit, (waktu sidang 90 menit). Kayanya juga ada yang WO krn dosen penguji pada "berkeliaran" di ruang tunggu mahasiswa dan dikerumunin oleh para penggemarnya (berburu tanda tangan kaya saya). Ada yang serius nyari dosen, kirain mo konsultasi taunya mo menyatakan diri gugur n ikut sidang kedua dengan alasan ga siap, buku softcover belum di jilid.
Lha .... sebelumnya kemana ajah mas ?
Jam 3 sore semua urusan kelar. Lega-nya ..... :)
Friday, January 20, 2006
19 Januari 2006
19 Januari 2006, film Garasi ditayangkan perdana di bioskop-bioskop ibukota. But that's not the point.Hari ini aku bangun dengan sebuah nightmare .....
Ceritanya, di mimpi tersebut saya di diskualifikasi dari sidang skripsi karena telat datang ke ujian skripsi. Mestinya ujian hari Kamis, tapi hari Jumat saya baru nongol. Akhirnya mesti ikut sidang hari kedua.
Langsung deh terbangun dari tidur nyenyak malam itu. Waktu subuh dah nyaris abis, ya udah istighfar ajah n sholat subuh. Setelah selesai langsung deh cek segala macam buat mastiin bahwa hari ini bukan hari Jum'at :P Segala henpon, xda, laptop, jam sampe nanya ke si Pii yang baru balik dari masjid.
Alhamdulillah hari ini emang hari Kamis, BUKAN HARI JUMAT :D
Ya udah, ke kantor seperti biasanya ... beberapa teman sempat bertanya-tanya, mo sidang skripsi kok masih ajah ngantor bukannya ngambil cuti. Yah gimana lagi, masih ada kerjaan kok. Mo lagi skripsi pa ngga, priority kan kan tetap kerjaan kantor :)
Jam 13.30 bersama Pii kita berangkat ke kampus pusat Budiluhur di Ciledug. Ujan ... would it be my bad day ? Dunno yet ...
Sampe di kampus jam 2 lewat ... jadwal sidang masih jam 16.30 ... ya udah nunggu ajah sambil ngobrol ke kandidat-kandidat "terdakwa" hari itu. Dengan tampang tegang, mondar mandir kaya setrikaan, di briefing tim suksesnya ... lucu-lucu deh pokoknya. Saya cuman bisa duduk di lantai pojokan sambil dengerin Zen Neeon tercinta sambil diliatin ama yg lainnya. Dikira yg paling stress kali. Padahal waktu itu asli ga mikirin sidang skripsi sama sekali. Terpesona ama lagu-lagu soundtracknya Hikaru no Go.
Jadwal sidang yang mesti 16.30 molor ... jam 17.00 baru deh mulai. Ternyata sidang skripsi yang katanya serem ama peserta2 sebelum saya + teman2 yang lain bohong besar ah. Malah berasa kaya diskusi ama teman ajah. Pak Tomo dan Pak Syafrullah yang nguji. Nice discussion diiringin musik (?) n "lawakan" hehehehhehe.
Sementara ruang sebelah sedang ada "pembantaian" besar-besaran ... :P
Sidang skripsiku berjalan dengan sukses. Dapat nilai A, so far diantara anak-anak bimbingan Pak Mardi ini A yang pertama setelah sebelumnya B mulu. Yah paling ngga aku ga mengecewakan beliau sebagai pembimbing. Bekerja dengan orang yang profesional itu enak, that's what i feel with Pak Mardi. There's a commitment.
Phew ... :)
This day has come ...... (dengerin Celine Dion)
Ceritanya, di mimpi tersebut saya di diskualifikasi dari sidang skripsi karena telat datang ke ujian skripsi. Mestinya ujian hari Kamis, tapi hari Jumat saya baru nongol. Akhirnya mesti ikut sidang hari kedua.
Langsung deh terbangun dari tidur nyenyak malam itu. Waktu subuh dah nyaris abis, ya udah istighfar ajah n sholat subuh. Setelah selesai langsung deh cek segala macam buat mastiin bahwa hari ini bukan hari Jum'at :P Segala henpon, xda, laptop, jam sampe nanya ke si Pii yang baru balik dari masjid.
Alhamdulillah hari ini emang hari Kamis, BUKAN HARI JUMAT :D
Ya udah, ke kantor seperti biasanya ... beberapa teman sempat bertanya-tanya, mo sidang skripsi kok masih ajah ngantor bukannya ngambil cuti. Yah gimana lagi, masih ada kerjaan kok. Mo lagi skripsi pa ngga, priority kan kan tetap kerjaan kantor :)
Jam 13.30 bersama Pii kita berangkat ke kampus pusat Budiluhur di Ciledug. Ujan ... would it be my bad day ? Dunno yet ...
Sampe di kampus jam 2 lewat ... jadwal sidang masih jam 16.30 ... ya udah nunggu ajah sambil ngobrol ke kandidat-kandidat "terdakwa" hari itu. Dengan tampang tegang, mondar mandir kaya setrikaan, di briefing tim suksesnya ... lucu-lucu deh pokoknya. Saya cuman bisa duduk di lantai pojokan sambil dengerin Zen Neeon tercinta sambil diliatin ama yg lainnya. Dikira yg paling stress kali. Padahal waktu itu asli ga mikirin sidang skripsi sama sekali. Terpesona ama lagu-lagu soundtracknya Hikaru no Go.
Jadwal sidang yang mesti 16.30 molor ... jam 17.00 baru deh mulai. Ternyata sidang skripsi yang katanya serem ama peserta2 sebelum saya + teman2 yang lain bohong besar ah. Malah berasa kaya diskusi ama teman ajah. Pak Tomo dan Pak Syafrullah yang nguji. Nice discussion diiringin musik (?) n "lawakan" hehehehhehe.
Sementara ruang sebelah sedang ada "pembantaian" besar-besaran ... :P
Sidang skripsiku berjalan dengan sukses. Dapat nilai A, so far diantara anak-anak bimbingan Pak Mardi ini A yang pertama setelah sebelumnya B mulu. Yah paling ngga aku ga mengecewakan beliau sebagai pembimbing. Bekerja dengan orang yang profesional itu enak, that's what i feel with Pak Mardi. There's a commitment.
Phew ... :)
This day has come ...... (dengerin Celine Dion)
Thursday, December 15, 2005
Saturday, December 10, 2005
World Cup 2006
Group A:
- Germany
- Costa Rica
- Poland
- Ecuador
Germany should happy with this. They will keep an eye on Poland more than the other two
Group B:
- England
- Paraguay
- Trinidad & Tobago
- Sweden
Eriksson, coach of England, will play againts his own country, Sweden
Group C:
- Argentina
- Ivory Coast
- Serbia & Montenegro
- Netherlands
This group seems to be group of death. Could Drogba and Ivory Coast make a shock like Senegal did in South Korea/Japan ?
Group D:
- Mexico
- Iran
- Angola
- Portugal
I think Portugal will go to the next round with no much trouble. Mexico is the other candidate
Group E:
Italy
Ghana
United States
Czech Republic
This group could also be another group of death. Italy and Czech have already known as strong teams in Europe. United States could not be underestimated, coz they're also strong.
Group F:
- Brazil
- Croatia
- Australia
- Japan
If they're not making mistakes they did during qualification, Brazil will easily go to the next round.
Group G:
- France
- Switzerland
- South Korea
- Togo
France meets Switzerland again. During qualification, France need Zidane, Makalele and Thuram to return to the squad to make miracles. Otherwise, there'll be Israel replacing France's place in final.
Group H:
- Spain
- Ukraine
- Tunisia
- Saudia Arabia
Spain and Ukraine will go to the next round.
- Germany
- Costa Rica
- Poland
- Ecuador
Germany should happy with this. They will keep an eye on Poland more than the other two
Group B:
- England
- Paraguay
- Trinidad & Tobago
- Sweden
Eriksson, coach of England, will play againts his own country, Sweden
Group C:
- Argentina
- Ivory Coast
- Serbia & Montenegro
- Netherlands
This group seems to be group of death. Could Drogba and Ivory Coast make a shock like Senegal did in South Korea/Japan ?
Group D:
- Mexico
- Iran
- Angola
- Portugal
I think Portugal will go to the next round with no much trouble. Mexico is the other candidate
Group E:
Italy
Ghana
United States
Czech Republic
This group could also be another group of death. Italy and Czech have already known as strong teams in Europe. United States could not be underestimated, coz they're also strong.
Group F:
- Brazil
- Croatia
- Australia
- Japan
If they're not making mistakes they did during qualification, Brazil will easily go to the next round.
Group G:
- France
- Switzerland
- South Korea
- Togo
France meets Switzerland again. During qualification, France need Zidane, Makalele and Thuram to return to the squad to make miracles. Otherwise, there'll be Israel replacing France's place in final.
Group H:
- Spain
- Ukraine
- Tunisia
- Saudia Arabia
Spain and Ukraine will go to the next round.
Wednesday, December 07, 2005
Mendol Howto
Yang sebelah kiri itu namanya Mendol (e kaya di merah)
Yang kanan, tempe gorang biasa.
Foto di atas diambil waktu mudik lebaran kemarin. menu favorit saya :)
Mendol adalah salah satu makanan khas Jawa Timur (selain rawon ma tempe kacang). Bahan dasarnya adalah tempe juga. Adik saya di Malang udah berbaik hati ngirim email cara membuat mendol, nah ga ada salahnya kalo di share di sini.
Bahan:
gr tempe, haluskan
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
10 bh cabe rawit
bisa juga ditambahin kencur (1-2cm ajah) ama daun jeruk, tapi krn Ibu n adik saya jarang make 2 bahan ini, kita sebut ajah sebagai optional
1/2 sdt garam
1 sdt kaldu instan
Cara membuat:
1. Tempe dialusin, cukup ditumbuk sih kalo kita di rumah biasa bikin
2. Bikin bumbunya, alusin bawang merah, bawang putih, cabe rawit, kencur, daun jeruk, dan garam.
2. Bumbu yang udah selesai dibikin, kita campur dengan tempe yang udah dialusin tadi sampe kecampur semua. Abis itu tambahin kaldu trus aduk lagi sampe rata. Kaldu juga opsional kok aslinya, tapi kalo pingin lebih gurih, rasa ayam, rasa sapi emang enaknya ditambahin kaldu
3. Bentuk adonan bulat lonjong, goreng sampai kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
nyam nyam nyam, makan pake nasi anget, sayur bayam, ikan tongkol goreng
slurp .... jangan lupa sambal tomat :)
posted using MMS2Blogger - kidy
-puyeng ma skripsi, bukannya beresin flowchart eh malah nulis algoritma bikin mendol :P -
Friday, December 02, 2005
Passed the Exam
Hari ini hari Jum'at, besok adalah hari Sabtu (sejak jaman kucing bejenggot juga gitu :P)
Btw, hari ini (hari Jum'at :P) hasil ujian yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai juga. Oktober kemarin selama seminggu saya mengikuti training tentang "ITIL practitioner: Change, Configuration & Release Management" dari Pink Elephant di Kuala Lumpur. 4 hari full intensive training + 1 hari buat ujian.
Dan dari 6 peserta, saya bersama 3 orang dinyatakan lulus ujian yang bikin puyeng kepala itu. Sayang 2 orang gagal. Yah abis mo gimana lagi, ujiannya emang bikin stress. Bernard ajah sampe bolos 1 1/2 hari gara-gara sakit perut (yg ini ga ada hubungan ma ujian, tapi krn ga cocok ma masakan malay :P)
Phew lega, international certification nambah satu lagi :)
Thanks to Shane Johnson for the course.
Btw, hari ini (hari Jum'at :P) hasil ujian yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai juga. Oktober kemarin selama seminggu saya mengikuti training tentang "ITIL practitioner: Change, Configuration & Release Management" dari Pink Elephant di Kuala Lumpur. 4 hari full intensive training + 1 hari buat ujian.
Dan dari 6 peserta, saya bersama 3 orang dinyatakan lulus ujian yang bikin puyeng kepala itu. Sayang 2 orang gagal. Yah abis mo gimana lagi, ujiannya emang bikin stress. Bernard ajah sampe bolos 1 1/2 hari gara-gara sakit perut (yg ini ga ada hubungan ma ujian, tapi krn ga cocok ma masakan malay :P)
Phew lega, international certification nambah satu lagi :)
Thanks to Shane Johnson for the course.
Monday, November 28, 2005
Skripsi #2
phew, setelah 2 hari full begadang akhirnya lumayan juga yang dicapai.
Software:
Server
- Data Collector Handler (XML-RPC Server) , 50%
- Reporting Interface, Done
- User Management, Done
Agent
- Data Collector Agent (XML-RPC Client), 50%
- Snapshot Server, Done
Mobile Gateway
- SMS Module, Done
- MMS Module, 0% .. belum dapat akses :(
padahal ini buat ngirim grafik statistik report .. aih aih
Penulisan
Bab I Pendahuluan, Done
Bab II Landasan Teori, Done
Bab III Analisa & Perancangan Sistem 50%, blom mulai nulis design-ya ;p
Bab IV Implementasi nunggu Bab III kelar :P
Bab V Kesimpulan, Done (nah loh :p)
phew ... capek ...
Software:
Server
- Data Collector Handler (XML-RPC Server) , 50%
- Reporting Interface, Done
- User Management, Done
Agent
- Data Collector Agent (XML-RPC Client), 50%
- Snapshot Server, Done
Mobile Gateway
- SMS Module, Done
- MMS Module, 0% .. belum dapat akses :(
padahal ini buat ngirim grafik statistik report .. aih aih
Penulisan
Bab I Pendahuluan, Done
Bab II Landasan Teori, Done
Bab III Analisa & Perancangan Sistem 50%, blom mulai nulis design-ya ;p
Bab IV Implementasi nunggu Bab III kelar :P
Bab V Kesimpulan, Done (nah loh :p)
phew ... capek ...
Thursday, November 10, 2005
Malang ... malang
Malang kota indah sejuk nyaman
Bagai bunga di atas taman
Banyak dikunjungi wisatawan
Sungguh menarik perhatian
Lirik di atas adalah lirik yang biasa kami nyanyikan waktu acara pramuka di sekolah semasa SD dan SMP dulu. Well, Malang kini mulai berbeda dengan Malang yang aku tinggalkan tahun 1997 lalu. Dari kota teduh beranjak menjadi kota "gerah".
Kenapa "gerah" ?
Karena banyaknya "rukonisasi" serta "mallisasi" melanda kota tercinta ini. Seperti kota-kota besar lainnya, Kota Malang tampaknya lebih dikembangkan menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan perumahan mewah. Setiap jengkal tanah memiliki nilai ekonomi tinggi dan komersial. Malang kini menjadi kota seribu ruko seperti halnya Denpasar atau Makassar.
Tahun 1997, mall yang ada di Malang baru Mitra II, Dieng, Sarinah, Ramayana/Alun-alun Mal (dulunya penjara wanita), Matahari (dulunya total adalah pasar tradisional yang dimodernisasikan), kemudian kompleks mall Mitra I, Gajahmada, Malang Plaza.
Setelah itu kemudian berdiri Plaza ArayaPlaza Araya di perumahan Blimbing Indah, deket Terminal Arjosari. Satu kali naik angkot kalo dari rumah Ortu di seputaran Karanglo Indah.Pas mudik lebaran awal November kemarin, Malang udah punya Malang Town Square dengan akronim MaToS. Seperti halnya Citos ataupun Plangi di Jakarta, Matos juga biang macet yang parah. Letaknya yang bisa dibilang ditengah-tengah lingkungan sekolah mulai dari madrasah, SMP, SMU, Kampus kok kayanya malah mengajarkan para siswa dan mahasiswa itu untuk sering-sering nge-mall bukannya belajar. Ekskul-nya jangan-jangan window shopping. Padahal kalo menurut tata kota, daerah veteran situ diperuntukkan untuk pendidikan.
Waktu baca di harian lokal, banyak respon kalo walikota sekarang ini emang mencla-mencle. Seperti kebanyakan pejabat daerah lain, studi banding ke luar negeri hanya untuk plesiran, bukan studi untuk meningkatkan kesejahteraan kota, merapikan tata kota. Malah bikin berantakan.
Dan kini Malang berencana membangun Alun-Alun Junction (AAJ) yang berlokasi di bawah tanah alun-alun Merdeka Malang. Ancur deh. Pagar Masjid Agung serta Gereja di sampingnya kemarin penuh poster "Say No to Alun-alun Junction". Ruko yang ada sekarang saja masih tidak maksimal, malah banyak yang kosong.
Bukannya ngurusin kanal biar Malang ga meniru Jakarta kalo musim hujan datang. Bila terjadi hujan lebat selama satu jam, sudah dapat dipastikan terjadi genangan air tidak wajar melebihi batas normal alias banjir. Kota Malang, merupakan daerah dataran tinggi, di lereng gunung. Aliran sungaipun langsung menuju laut di selatan. Jadi, logikanya tidak mungkin terjadi banjir dong.
Sama seperti Matos, AAJ ini juga melanggar tata kota. Dahulu kala (ciyeh), pusat perbelanjaan dulu terpusat di kawasan Kayutangan sampai PBM (pasar besar Malang). Seiring munculnya keramaian di kawasan itu, kemudian ada permintaan pusat perbelanjaan jangan dipusatkan di kawasan itu, tetapi merata di semua kawasan di Kota Malang. Di Blimbing ada, di Dieng ada, di Arjosari ada, di Batu ada. Nah kalo AAJ dipaksain, berarti merusak tata kota lagi yang semestinya ga boleh ada pusat perbelanjaan lagi di daerah kayutangan-PBM.
AAJ juga bakal mengganggu kelancaran beribadah umat beragama. Di seputar alun-alun yang eksis sejak tahun 1882 terdapat beberapa tempat peribadatan. Ada Masjid Jami' yang bersebelahan dengan gereja berarsitektur kolonial Belanda yang walau nampak tua dimakan usia tapi masih tetap indah. Kalo foto depan situ berasa foto di eropa deh. Kemudian ada katedral di depan toko Oen yg juga bergaya kolonial.
Dari sudut pandang ekosistem, AAJ juga merupakan ancaman. Alun-alun kota berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Fungsinya sebagai konservasi lingkungan. Pembangunan mal di alun-alun akan merusak ekosistem dan menyebabkan ancaman banjir. Ruang terbuka hijau di Kota Malang saat ini menyisakan tidak kurang dari 4% lahan dari komposisi ideal 40%.Belum lagi akan hilangnya populasi burung (sepertinya gelatik) yang jadi penghuni pohon-pohon beringin di setiap pojok alun-alun itu.
Mending membangun science center gitu, biar ga cuman di Jakarta dan ITB doang adanya.
Atau memperbaiki sarana pariwisata khususnya di daerah Malang Selatan yang masih minim. Perlu banyak di explorasi lagi tuh, padahal masih banyak obyek-obyek alam yang berpotensi di sana. Kalo pingin jadi kota wisata belanja seperti Singapore, mestinya tata kota dan prasarananya di benahin dulu. Jangan jumlah mallnya yang ditambah, letaknya berantakan, lalu lintasnya pun semakin kusut.
Malang yang dulu meninggalkan kesan mendalam buat pengunjungnya, kota tenang, dingin, indah, segar, rapi. Kini segar masih lumayan, adem masih lumayan, rapi ? semrawut iya. Berisik pula. Bahkan Batu pun dah mulai amburadul.
Sudah makan ?
Kalimat di atas akan kalian temukan di setiap brosur pariwisata Singapura. Mulai selebaran hingga travel book. Sebenarnya kalimat serupa juga berlaku di Malang. Wahai pak walikota Peni S (untung masih ada spasi :P), belajarlah mengelola pariwisata dan tata kota dari Singapore. Jangan cuman ngeliat mal nya.
Kalo mo kaya Singapore, versi minimalis dulu ...
Orchard, mal.
Malang dah punya mulai dari Blimbing sampe PBM + Dieng, Ijen, Kawi. Dah kebanyakan. Cuman packagingnya emang beda jauh. Ga punya pedestarian lebar kaya di sono.
Chinatown, Little India ?
Ada tapi balik ke masalah packaging. Mestinya kampung Arab atau etnis tradional lain bisa lebih dibangun. Re-package biar lebih komersil dengan menonjolkan ke-khasan etnis masing-masing.
Akomodasi ?
Bandara ada, 1x flight daily dari Jakarta. 1,5 jam perjalanan darat dari Surabaya. Tinggal tempat nginap yang mungkin kurang (kecuali di Batu). Mestinya ada semacam Jl. Jaksa kalo di Jkt atau Prawirotaman/Sosrowijayan kalo di Yogya.
Science Park. Minus berat
Tranportasi ?
Masih berantakan. Cuman ada mikrolet ama taksi borongan (abis ada argopun ga mo dipake, mintanya borongan mulu)
Education ?
Banyak dan cukup bermutu. Malang kan juga Kota Pelajar. Tinggal perbaiki kualitas pengajaran mulai kurikulum, prasarana sampe SDM nya.
Sentosa ?
Ada juga pulau Sempu :P Tapi wisata pantai selatan kalo becus packagingnya bisa saingan ama Bali. Biar tujuan wisata Indonesia ga cuman Bali doang yang terkenal.
Zoo, Botanical Garden, Bird Park ?
Untuk Zoo ma Safari, Jatim Park bolehlah. Kalo Botanical Garden ma Bird Park ga tau deh. Sebelum kampus AAP di Tanjung dituker guling ga jelas sehingga jadi perumahan mewah, kawasan ini terdapat hutan heterogen, kebun kopi, kakao, sawit, ladang jagung, hamparan sawah, hingga lapangan rumput terbuka, plus menjadi tempat tumbuh sedikitnya 128 spesies tanaman beberapa di antaranya belum teridentifikasi, serta tempat hidup habitat bagi 36 spesies burung langka.
Food
You know what ? Malang is blessed with many awesome restaurants and heaps of western ones too.
And still many more. Couldn't go anywhere due to rain last week in Malang :( Didn't get Bakso Cak Man also .... huaaaaaaa
Yah, kembali cuman bisa menghela nafas kalo ngomongin Pemkot. Mestinya bisa mengayomi rakyat banyak, membuat kota nyaman dihuni. Tapi ternyata yang di ayomi cuman rakyat "bermodal kuat". Palagi kalo dana dan upeti mengalir lancar. Lancar pula lah proyek yang bersangkutan. EGP mo nyalahin tata kota, ekosistem, ibadah dan lain-lain. Kasus-kasus tukar guling ga jelas n ga transparanpun menggerogoti kotaku tercinta ini. Tanah milik negara yang semula berfungsi sebagai daerah strategis lahan resapan, hutan kota, kantor pemerintahan, dan pengembangan ilmu pengetahuan telah berubah fungsi peruntukan menjadi areal perumahan mewah, pertokoan, mal, hotel, dan restoran fast food.
Bagai bunga di atas taman
Banyak dikunjungi wisatawan
Sungguh menarik perhatian
Lirik di atas adalah lirik yang biasa kami nyanyikan waktu acara pramuka di sekolah semasa SD dan SMP dulu. Well, Malang kini mulai berbeda dengan Malang yang aku tinggalkan tahun 1997 lalu. Dari kota teduh beranjak menjadi kota "gerah".
Kenapa "gerah" ?
Karena banyaknya "rukonisasi" serta "mallisasi" melanda kota tercinta ini. Seperti kota-kota besar lainnya, Kota Malang tampaknya lebih dikembangkan menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan perumahan mewah. Setiap jengkal tanah memiliki nilai ekonomi tinggi dan komersial. Malang kini menjadi kota seribu ruko seperti halnya Denpasar atau Makassar.
Tahun 1997, mall yang ada di Malang baru Mitra II, Dieng, Sarinah, Ramayana/Alun-alun Mal (dulunya penjara wanita), Matahari (dulunya total adalah pasar tradisional yang dimodernisasikan), kemudian kompleks mall Mitra I, Gajahmada, Malang Plaza.
Setelah itu kemudian berdiri Plaza ArayaPlaza Araya di perumahan Blimbing Indah, deket Terminal Arjosari. Satu kali naik angkot kalo dari rumah Ortu di seputaran Karanglo Indah.Pas mudik lebaran awal November kemarin, Malang udah punya Malang Town Square dengan akronim MaToS. Seperti halnya Citos ataupun Plangi di Jakarta, Matos juga biang macet yang parah. Letaknya yang bisa dibilang ditengah-tengah lingkungan sekolah mulai dari madrasah, SMP, SMU, Kampus kok kayanya malah mengajarkan para siswa dan mahasiswa itu untuk sering-sering nge-mall bukannya belajar. Ekskul-nya jangan-jangan window shopping. Padahal kalo menurut tata kota, daerah veteran situ diperuntukkan untuk pendidikan.
Waktu baca di harian lokal, banyak respon kalo walikota sekarang ini emang mencla-mencle. Seperti kebanyakan pejabat daerah lain, studi banding ke luar negeri hanya untuk plesiran, bukan studi untuk meningkatkan kesejahteraan kota, merapikan tata kota. Malah bikin berantakan.
Dan kini Malang berencana membangun Alun-Alun Junction (AAJ) yang berlokasi di bawah tanah alun-alun Merdeka Malang. Ancur deh. Pagar Masjid Agung serta Gereja di sampingnya kemarin penuh poster "Say No to Alun-alun Junction". Ruko yang ada sekarang saja masih tidak maksimal, malah banyak yang kosong.
Bukannya ngurusin kanal biar Malang ga meniru Jakarta kalo musim hujan datang. Bila terjadi hujan lebat selama satu jam, sudah dapat dipastikan terjadi genangan air tidak wajar melebihi batas normal alias banjir. Kota Malang, merupakan daerah dataran tinggi, di lereng gunung. Aliran sungaipun langsung menuju laut di selatan. Jadi, logikanya tidak mungkin terjadi banjir dong.
Sama seperti Matos, AAJ ini juga melanggar tata kota. Dahulu kala (ciyeh), pusat perbelanjaan dulu terpusat di kawasan Kayutangan sampai PBM (pasar besar Malang). Seiring munculnya keramaian di kawasan itu, kemudian ada permintaan pusat perbelanjaan jangan dipusatkan di kawasan itu, tetapi merata di semua kawasan di Kota Malang. Di Blimbing ada, di Dieng ada, di Arjosari ada, di Batu ada. Nah kalo AAJ dipaksain, berarti merusak tata kota lagi yang semestinya ga boleh ada pusat perbelanjaan lagi di daerah kayutangan-PBM.
AAJ juga bakal mengganggu kelancaran beribadah umat beragama. Di seputar alun-alun yang eksis sejak tahun 1882 terdapat beberapa tempat peribadatan. Ada Masjid Jami' yang bersebelahan dengan gereja berarsitektur kolonial Belanda yang walau nampak tua dimakan usia tapi masih tetap indah. Kalo foto depan situ berasa foto di eropa deh. Kemudian ada katedral di depan toko Oen yg juga bergaya kolonial.
Dari sudut pandang ekosistem, AAJ juga merupakan ancaman. Alun-alun kota berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Fungsinya sebagai konservasi lingkungan. Pembangunan mal di alun-alun akan merusak ekosistem dan menyebabkan ancaman banjir. Ruang terbuka hijau di Kota Malang saat ini menyisakan tidak kurang dari 4% lahan dari komposisi ideal 40%.Belum lagi akan hilangnya populasi burung (sepertinya gelatik) yang jadi penghuni pohon-pohon beringin di setiap pojok alun-alun itu.
Mending membangun science center gitu, biar ga cuman di Jakarta dan ITB doang adanya.
Atau memperbaiki sarana pariwisata khususnya di daerah Malang Selatan yang masih minim. Perlu banyak di explorasi lagi tuh, padahal masih banyak obyek-obyek alam yang berpotensi di sana. Kalo pingin jadi kota wisata belanja seperti Singapore, mestinya tata kota dan prasarananya di benahin dulu. Jangan jumlah mallnya yang ditambah, letaknya berantakan, lalu lintasnya pun semakin kusut.
Malang yang dulu meninggalkan kesan mendalam buat pengunjungnya, kota tenang, dingin, indah, segar, rapi. Kini segar masih lumayan, adem masih lumayan, rapi ? semrawut iya. Berisik pula. Bahkan Batu pun dah mulai amburadul.
Sudah makan ?
Kalimat di atas akan kalian temukan di setiap brosur pariwisata Singapura. Mulai selebaran hingga travel book. Sebenarnya kalimat serupa juga berlaku di Malang. Wahai pak walikota Peni S (untung masih ada spasi :P), belajarlah mengelola pariwisata dan tata kota dari Singapore. Jangan cuman ngeliat mal nya.
Kalo mo kaya Singapore, versi minimalis dulu ...
Orchard, mal.
Malang dah punya mulai dari Blimbing sampe PBM + Dieng, Ijen, Kawi. Dah kebanyakan. Cuman packagingnya emang beda jauh. Ga punya pedestarian lebar kaya di sono.
Chinatown, Little India ?
Ada tapi balik ke masalah packaging. Mestinya kampung Arab atau etnis tradional lain bisa lebih dibangun. Re-package biar lebih komersil dengan menonjolkan ke-khasan etnis masing-masing.
Akomodasi ?
Bandara ada, 1x flight daily dari Jakarta. 1,5 jam perjalanan darat dari Surabaya. Tinggal tempat nginap yang mungkin kurang (kecuali di Batu). Mestinya ada semacam Jl. Jaksa kalo di Jkt atau Prawirotaman/Sosrowijayan kalo di Yogya.
Science Park. Minus berat
Tranportasi ?
Masih berantakan. Cuman ada mikrolet ama taksi borongan (abis ada argopun ga mo dipake, mintanya borongan mulu)
Education ?
Banyak dan cukup bermutu. Malang kan juga Kota Pelajar. Tinggal perbaiki kualitas pengajaran mulai kurikulum, prasarana sampe SDM nya.
Sentosa ?
Ada juga pulau Sempu :P Tapi wisata pantai selatan kalo becus packagingnya bisa saingan ama Bali. Biar tujuan wisata Indonesia ga cuman Bali doang yang terkenal.
Zoo, Botanical Garden, Bird Park ?
Untuk Zoo ma Safari, Jatim Park bolehlah. Kalo Botanical Garden ma Bird Park ga tau deh. Sebelum kampus AAP di Tanjung dituker guling ga jelas sehingga jadi perumahan mewah, kawasan ini terdapat hutan heterogen, kebun kopi, kakao, sawit, ladang jagung, hamparan sawah, hingga lapangan rumput terbuka, plus menjadi tempat tumbuh sedikitnya 128 spesies tanaman beberapa di antaranya belum teridentifikasi, serta tempat hidup habitat bagi 36 spesies burung langka.
Food
You know what ? Malang is blessed with many awesome restaurants and heaps of western ones too.
- Bakso Kota Cak Man, corner of Jl. Ciliwung triangle. (take AG, GA, ADL, AL, AD). You have to try it, and you're 100% visited Malang. Be patient with the queue :) Rp.5000 for standard, Rp. 6000 for campur (standard+jerohan ..ih)
- Padi, Amsterdam, Iki (Japanese) and Chopstik (Vietnamese) and a Taiwanese restaurant are all in the same stretch on Jl. Pahlawan Trip. (take ADL going towards UnMuh, get off opposite the big orange church on Jl. Ijen and walk up the road opposite the church). Padi has the best cannelloni in the world!
- Tugu - great pizza, ice cream
- Bunga Bali - Jl. Bromo
- Cwi Mie - Jl. Kawi Atas. Dapat dimakan dengan mangkoknya sekalian. Slogan di atas sempat membuat wajah cakep yayangku tercinta terheran-heran. Tapi kemudian gembulnya keluar krn rasa cwi-mienya yang wah. Ck ck ck ck
- Legong Bali - opposite Dieng Plaza
- Malibu Steak and Pizza - Jl. Kawi Atas, on the way to Dieng
- Fish place (don't know the name sorry) on Jl. Galunggang
- Istana Dieng - Japanese, Steak House, Café
- Sate - on the corner of the bundaran at the end of Jl. Ijen
- UndCorner - Jl. Ijen
- For cheap food go to the stretch of warung opposite the train station - Jl. Trunojoyo
- Just up from Prima Net - on the way to Gramedia - there's a corner of awesome cheap warungs - and roti bakar bandung Good pengamen there too!
- Toko Oen - across the road from Sarinah
- Rujak Manis - dekat the stadion - just off Jl. Semeru
- Pizza Hut - go there for the salad - Jl. Semeru
- Pulosari - thousands of cheap enak warungs, esp nasi goring ati - Jl. Kawi Atas
- Dapur 33 - up in Blimbing…try the zupa-zupa
- Wong Solo - on the road that runs b/w Jl. Semeru and Jl. Kawi - turn left off Jl. Semeru at the bundaran just b4 Pizza Hut
And still many more. Couldn't go anywhere due to rain last week in Malang :( Didn't get Bakso Cak Man also .... huaaaaaaa
Yah, kembali cuman bisa menghela nafas kalo ngomongin Pemkot. Mestinya bisa mengayomi rakyat banyak, membuat kota nyaman dihuni. Tapi ternyata yang di ayomi cuman rakyat "bermodal kuat". Palagi kalo dana dan upeti mengalir lancar. Lancar pula lah proyek yang bersangkutan. EGP mo nyalahin tata kota, ekosistem, ibadah dan lain-lain. Kasus-kasus tukar guling ga jelas n ga transparanpun menggerogoti kotaku tercinta ini. Tanah milik negara yang semula berfungsi sebagai daerah strategis lahan resapan, hutan kota, kantor pemerintahan, dan pengembangan ilmu pengetahuan telah berubah fungsi peruntukan menjadi areal perumahan mewah, pertokoan, mal, hotel, dan restoran fast food.
Tuesday, November 01, 2005
Taqoballahu Minna Waminkum
Bukan manusia namanya jika tidak punya kesalahan
Bukan manusia juga kalau tidak pernah berbuat kelalaian
Yang membedakan hanyalah kedekatannya kepada Allah SWT
Tanpa itu semua, mustahil manusia akan selamat
Sudi Kiranya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besar atas segala kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini di terima oleh Allah SWT..
Selamat Idul Fitri 1426 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Ma'af Lahir dan Batin
Bukan manusia juga kalau tidak pernah berbuat kelalaian
Yang membedakan hanyalah kedekatannya kepada Allah SWT
Tanpa itu semua, mustahil manusia akan selamat
Sudi Kiranya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besar atas segala kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini di terima oleh Allah SWT..
Selamat Idul Fitri 1426 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Ma'af Lahir dan Batin
Tuesday, October 11, 2005
Thursday, October 06, 2005
Newsletter simPATIzone
Barusan dapat kiriman newsletter simpatizone edisi 7. Warna ijo krn mengusung topic green peace. Covernya grup musik yg lagi tenar, Radja.
Downloadnya ketambahan ada java games, mobile comic (kayanya yg kemarin juga ada), mobile chatting, 3gp clip (dikasih nama video streaming segala), wallpaper.
Edisi sekarang ada lomba kreativitas memanfaatkan barang bekas. Wah seru neh, pasti bakal banyak barang-barang unik nantinya.
Liputan pemenang adventure kuisnya bikin bt deh. Abis kayanya seru-seru. Dah lama pingin adventure cuman ga ada waktu :(

posted using MMS2Blogger - kidy
Downloadnya ketambahan ada java games, mobile comic (kayanya yg kemarin juga ada), mobile chatting, 3gp clip (dikasih nama video streaming segala), wallpaper.
Edisi sekarang ada lomba kreativitas memanfaatkan barang bekas. Wah seru neh, pasti bakal banyak barang-barang unik nantinya.
Liputan pemenang adventure kuisnya bikin bt deh. Abis kayanya seru-seru. Dah lama pingin adventure cuman ga ada waktu :(
posted using MMS2Blogger - kidy
Tuesday, October 04, 2005
Marhaban Yaa Ramadhan
Marhaban yaa Ramadhan.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan sangat diistimewakan. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh dengan rahmat dan ampunan serta pembebasan dari api neraka. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang shalih. Pada bulan suci inilah, kaum mulismin dituntut untuk lebih mengekang dirinya dari nafsu dan lebih memperbanyak dan mengisinya dengan amal-amal mulia. Semua itu, Insya Alloh akan membawa kita pada puncak ketaqwaan.
Dalam sebuah hadist yang panjang, Rasulullah SAW berkhutbah saat akhir bulan Sya'ban yg isinya diantaranya adalah:
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah."
Setulus hati saya mohon maaf lahir dan batin semoga Alloh SWT selalu memberikan maghrifah-Nya dan menjaga diri kita dari hal-hal yang merugikan.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan sangat diistimewakan. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh dengan rahmat dan ampunan serta pembebasan dari api neraka. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang shalih. Pada bulan suci inilah, kaum mulismin dituntut untuk lebih mengekang dirinya dari nafsu dan lebih memperbanyak dan mengisinya dengan amal-amal mulia. Semua itu, Insya Alloh akan membawa kita pada puncak ketaqwaan.
Dalam sebuah hadist yang panjang, Rasulullah SAW berkhutbah saat akhir bulan Sya'ban yg isinya diantaranya adalah:
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah."
Setulus hati saya mohon maaf lahir dan batin semoga Alloh SWT selalu memberikan maghrifah-Nya dan menjaga diri kita dari hal-hal yang merugikan.
Wednesday, September 28, 2005
Tuesday, September 20, 2005
Skripsi di mulai
Phew, setelah bertahun-tahun kuliah (prasaan), akhirnya tiba saatnya juga ngambil skripsi. Dosen pembimbingku namanya Mardi Hadjianto. Kalo dulu pernah denger virus komputer Mardi Bros jaman masih pake i286/i386 under DOS, nah dia tuh yang bikin :P. Kebetulan Roni ma Bayu satu dosen pembimbing juga. Sip deh.
Nah, jadi selama Oktober - Desember 2005 ini saya akan sibuk dengan skrpisi + wira-wiri Pancoran-Salemba-Ciledug deh.
Moga-moga judul yang aku ajuin diterima oleh dosen pembimbing. Kebetulan topiknya berhubungan dengan blogging dan blogger.com :) Kayanya bagus juga kalo day-to-day status nya ditampilin di blog ini :)
Nah berikut daftar "anak buah" Pak Mardi dari kampus C Salemba
9811521054 Ruli Mauludin
9811521071 Nuri Abidin <--- it's me
9911521073 Riviera Rendra.N
9911521094 B. Bayu Gustawantara
0011521007 Asep Sofyan
0011500019 Rachmad Hidayat
0111521055 Hironimus Wahyu
0111521065 jim michael widi
Nah, jadi selama Oktober - Desember 2005 ini saya akan sibuk dengan skrpisi + wira-wiri Pancoran-Salemba-Ciledug deh.
Moga-moga judul yang aku ajuin diterima oleh dosen pembimbing. Kebetulan topiknya berhubungan dengan blogging dan blogger.com :) Kayanya bagus juga kalo day-to-day status nya ditampilin di blog ini :)
Nah berikut daftar "anak buah" Pak Mardi dari kampus C Salemba
9811521054 Ruli Mauludin
9811521071 Nuri Abidin <--- it's me
9911521073 Riviera Rendra.N
9911521094 B. Bayu Gustawantara
0011521007 Asep Sofyan
0011500019 Rachmad Hidayat
0111521055 Hironimus Wahyu
0111521065 jim michael widi
Friday, September 09, 2005
Setahun Jakarta 9/9
Apa yang istimewa dari angka 9/9
1. Ulang tahun Endra Diputra dari divisi Mobile Data 9 September 1979
2. Ulang tahun Presiden SBY 9 September 1949
3. Bom Kuningan/Kedutaan Australia Jakarta 2004
Hari ini selepas sholat Jum'at akan diadakan semacam peringatan setahun peristiwa itu di ground zero sekitar pukul 13.30. Cuman sayang hujan yang sangat deras mengguyur Jakarta.
Berikut adalah cuplikan posting soal bom kuningan + foto-foto dari ground zero 9/9 2004
- Jakarta 9/9 - EXPLOSION !!!!!!!!!!!!!!!
- Jakarta 9/9 - Detik.com Mabok
- Jakarta 9/9 - Duka Cita
- Jakarta 9/9 Pictures
1. Ulang tahun Endra Diputra dari divisi Mobile Data 9 September 1979
2. Ulang tahun Presiden SBY 9 September 1949
3. Bom Kuningan/Kedutaan Australia Jakarta 2004
Hari ini selepas sholat Jum'at akan diadakan semacam peringatan setahun peristiwa itu di ground zero sekitar pukul 13.30. Cuman sayang hujan yang sangat deras mengguyur Jakarta.
Berikut adalah cuplikan posting soal bom kuningan + foto-foto dari ground zero 9/9 2004
- Jakarta 9/9 - EXPLOSION !!!!!!!!!!!!!!!
- Jakarta 9/9 - Detik.com Mabok
- Jakarta 9/9 - Duka Cita
- Jakarta 9/9 Pictures
Bulan berduka
Turut mengucapkan berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang tertimpa musibah kecelakaan pesawat Mandala 5 September lalu. Entah mengapa era pemerintahan SBY ini diuji dengan banyak bencana, mulai bencana alam hingga bencana moral khususnya aparat/pejabat yang semakin menjadi-jadi. Rupiah sempat melewati angka 11ribu per USD. Belum tuntas soal Mandala, Garuda-Batavia Air mendarat darurat di Pekanbaru dan Palembang. Sementara itu di Denpasar, kembali Garuda dan Wings Air membatalkan take-off karena ada gangguan teknis. Phew... ada apa dengan Airlines nasional kita ?
Sehabis Subuh tadi gonta ganti saluran tv, beritanya hanya dapat membuat kita menghela nafas. Sementara di Jakarta sedang diadakan Olimpiade Sains Nasional mulai tingkat SD hingga SMU (kebetulan lokasi di dekat kantor), di Unhas Makassar (yayang maaf yah :P) kembali terjadi kehebohan. Bulan sebelumnya banyak oknum mahasiswa yang maen perang-perangan, kali ini banyak oknum mahasiswa Fakultas Pertanian menyandera dekannya (eh yayang, tuh fakultas yang ada kambing ditambatkan di rerumputan itu yah ? heheheheh). Tentu saja ruang dekan juga turut "dihancurkan".
Alasannya apa ?
Alasannya karena mereka memprotes tindakan dekan yang memberikan skorsing kepada 10 orang mahasiswa terkait dengan larangan ospek. Dah jelas-jelas Universitas, atau mungkin dalam hal ini fakultas megeluarkan surat keputusan mengenai aturan pelarangan ospek, tapi mereka melanggar aturan tersebut. Jadi sudah sepatutnya kan kalo mendapatkan sangsi. Jadi orang apalagi dengan titel "mahasiswa" kok sangat ga bertanggung jawab gitu. Kalo melihat oknum-oknum mahasiswa kaya gini emang dah jelas-jelas niat ospek yang tetap mereka adakan itu ga lebih dari sekedar big bullshit ajang balas dendam atau cari gebetan. Mestinya energi dan otak mereka dipergunakan untuk hal lain yang jauh dan sangat jauh lebih bermanfaat banget sekali yang sekiranya dapat membantu mengatasi keruwetan negara ini. Membikin riset kek untuk membantu pertanian negara kita yang carut marut ini. Padahal masih tercatat jelas di benak saya pelajaran mulai SD sampe SMP kalo once in a time, negara kita ini dikenal dunia sebagai negara agraris, sebelum berbagai kasus yang membuat kita jadi pengimpor besar beras, gula bahkan ketan yang ditukar dengan pesawat.
Bagaimana Indonesia bisa mempunyai lebih banyak Dhina Pramita Susanti, Septinus George Saa, Riana Helmi, Adian Muhammad Al-Raisuli atau Boaz Salossa kalo melihat tingkah senior anak-anak hebat ini di level universitas yang dah seperti preman pasar saja kelakuannya. Tentu kita masih ingat kasus ITATS di Surabaya saat anggota presidium rektor dikeroyok ratusan mahasiswanya sampai berdarah-darah gitu. Yah jelas, ngemplangnya selain pake tangan kosong dan kaki kosong (nendang juga bo) tapi juga pake pentungan bahkan tong sampah.
Aih aih, ini kah kaum intelektual ? Kayanya mereka-mereka ini kebanyakan ikutan ekstra kurikuler mixed martial arts atau kecanduan nonton WWF deh. Kasian yang lain yang berusaha belajar mati-matian akhirnya kena getahnya juga. Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Dah bikin malu almamater, masyarakat nantinya ditakutkan akan menilai bahwa negara ini memang sedang menunggu ajal karena generasi muda penerusnya identik dengan premanisme kaya gini (belum lagi soal narkoba). Dengan pendidikan tinggi level universitas, mestinya wawasan mereka bisa lebih luas, lebih bisa mengontrol emosi dan mengedepankan rasio, lebih banyak menggunakan otak dan nurani dari pada bogem dan dengkul.
Sudahlah, dari pada ngurusin ospek jaman sekarang yang kini lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, mending buka jendela dan melongok keluar. Sebagai contoh negeri jiran kita.Malaysia yang pada tahun 1970-an masih "belajar" dan mendatangkan banyak guru dari Indonesia kini sudah melesat meninggalkan "sang guru" yang justru masih asyik bermimpi tentang kejayaan masa silamnya. Rumput tetangga memang sering nampak lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Tapi masa iya kita tidak mampu membuat rumput di halaman sendiri lebih hijau, lebih bagus sehingga si tetangga akan mikir bahwa rumputi halaman kita lebih hijau dan indah dari pada milik mereka. Apalagi yang ribut tadi mahasiswa pertanian toh ?
Berita lain, Presiden SBY murka (ini kalimat dari tv lho) karena ditengah-tengah badai krissi BBM di Indonesia ini (badai lainnya adalah Katrina di Amrik dan Badai Kupu-kupu i Jepang) terungkap jaringan penyelundum BBM yang merugikan negara pada sekitar Rp. 8,8 triliun pertahun. Jaringan yang barusan terbongkar dengan 58 tersangkat. 18 di antaranya adalah pejabat dan pegawai Pertamina. Kado ulang tahun yang membikin Presiden SBY marah. Kemarin kemana aja emangnya, Pak ? Yah, Presiden kita bukan Superman, at least he's giving the best he can. Sayang banyak pembantunya yang kurang capable.Lihat saja anggota dewan kita yang terhormat. Dah ribut minta naek gaji, studi banding oleh beberapa oknum yang ga ada hasilnya (hasil yg paling jelas mungkin adalah perbandingan harga Gucci di Asean dengan Belanda/Paris) kini isu yang terbaru adalah soal Calo Dana Bantuan Kemanusiaan. Masya Allah, mereka itu ga takut sama sekali ama siksa kubur apa yah ?
Tahun 1998, rakyat bersama mahasiswa bersatu dan mampu menggulingkan rezim yang berkuasa lebih dari 3 dekade. Kini, kenapa kita tidak bersatu lagi dan mempererat persatuan tersebut untuk membangun negara ini ?
Sehabis Subuh tadi gonta ganti saluran tv, beritanya hanya dapat membuat kita menghela nafas. Sementara di Jakarta sedang diadakan Olimpiade Sains Nasional mulai tingkat SD hingga SMU (kebetulan lokasi di dekat kantor), di Unhas Makassar (yayang maaf yah :P) kembali terjadi kehebohan. Bulan sebelumnya banyak oknum mahasiswa yang maen perang-perangan, kali ini banyak oknum mahasiswa Fakultas Pertanian menyandera dekannya (eh yayang, tuh fakultas yang ada kambing ditambatkan di rerumputan itu yah ? heheheheh). Tentu saja ruang dekan juga turut "dihancurkan".
Alasannya apa ?
Alasannya karena mereka memprotes tindakan dekan yang memberikan skorsing kepada 10 orang mahasiswa terkait dengan larangan ospek. Dah jelas-jelas Universitas, atau mungkin dalam hal ini fakultas megeluarkan surat keputusan mengenai aturan pelarangan ospek, tapi mereka melanggar aturan tersebut. Jadi sudah sepatutnya kan kalo mendapatkan sangsi. Jadi orang apalagi dengan titel "mahasiswa" kok sangat ga bertanggung jawab gitu. Kalo melihat oknum-oknum mahasiswa kaya gini emang dah jelas-jelas niat ospek yang tetap mereka adakan itu ga lebih dari sekedar big bullshit ajang balas dendam atau cari gebetan. Mestinya energi dan otak mereka dipergunakan untuk hal lain yang jauh dan sangat jauh lebih bermanfaat banget sekali yang sekiranya dapat membantu mengatasi keruwetan negara ini. Membikin riset kek untuk membantu pertanian negara kita yang carut marut ini. Padahal masih tercatat jelas di benak saya pelajaran mulai SD sampe SMP kalo once in a time, negara kita ini dikenal dunia sebagai negara agraris, sebelum berbagai kasus yang membuat kita jadi pengimpor besar beras, gula bahkan ketan yang ditukar dengan pesawat.
Bagaimana Indonesia bisa mempunyai lebih banyak Dhina Pramita Susanti, Septinus George Saa, Riana Helmi, Adian Muhammad Al-Raisuli atau Boaz Salossa kalo melihat tingkah senior anak-anak hebat ini di level universitas yang dah seperti preman pasar saja kelakuannya. Tentu kita masih ingat kasus ITATS di Surabaya saat anggota presidium rektor dikeroyok ratusan mahasiswanya sampai berdarah-darah gitu. Yah jelas, ngemplangnya selain pake tangan kosong dan kaki kosong (nendang juga bo) tapi juga pake pentungan bahkan tong sampah.
Aih aih, ini kah kaum intelektual ? Kayanya mereka-mereka ini kebanyakan ikutan ekstra kurikuler mixed martial arts atau kecanduan nonton WWF deh. Kasian yang lain yang berusaha belajar mati-matian akhirnya kena getahnya juga. Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Dah bikin malu almamater, masyarakat nantinya ditakutkan akan menilai bahwa negara ini memang sedang menunggu ajal karena generasi muda penerusnya identik dengan premanisme kaya gini (belum lagi soal narkoba). Dengan pendidikan tinggi level universitas, mestinya wawasan mereka bisa lebih luas, lebih bisa mengontrol emosi dan mengedepankan rasio, lebih banyak menggunakan otak dan nurani dari pada bogem dan dengkul.
Sudahlah, dari pada ngurusin ospek jaman sekarang yang kini lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, mending buka jendela dan melongok keluar. Sebagai contoh negeri jiran kita.Malaysia yang pada tahun 1970-an masih "belajar" dan mendatangkan banyak guru dari Indonesia kini sudah melesat meninggalkan "sang guru" yang justru masih asyik bermimpi tentang kejayaan masa silamnya. Rumput tetangga memang sering nampak lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Tapi masa iya kita tidak mampu membuat rumput di halaman sendiri lebih hijau, lebih bagus sehingga si tetangga akan mikir bahwa rumputi halaman kita lebih hijau dan indah dari pada milik mereka. Apalagi yang ribut tadi mahasiswa pertanian toh ?
Berita lain, Presiden SBY murka (ini kalimat dari tv lho) karena ditengah-tengah badai krissi BBM di Indonesia ini (badai lainnya adalah Katrina di Amrik dan Badai Kupu-kupu i Jepang) terungkap jaringan penyelundum BBM yang merugikan negara pada sekitar Rp. 8,8 triliun pertahun. Jaringan yang barusan terbongkar dengan 58 tersangkat. 18 di antaranya adalah pejabat dan pegawai Pertamina. Kado ulang tahun yang membikin Presiden SBY marah. Kemarin kemana aja emangnya, Pak ? Yah, Presiden kita bukan Superman, at least he's giving the best he can. Sayang banyak pembantunya yang kurang capable.Lihat saja anggota dewan kita yang terhormat. Dah ribut minta naek gaji, studi banding oleh beberapa oknum yang ga ada hasilnya (hasil yg paling jelas mungkin adalah perbandingan harga Gucci di Asean dengan Belanda/Paris) kini isu yang terbaru adalah soal Calo Dana Bantuan Kemanusiaan. Masya Allah, mereka itu ga takut sama sekali ama siksa kubur apa yah ?
Tahun 1998, rakyat bersama mahasiswa bersatu dan mampu menggulingkan rezim yang berkuasa lebih dari 3 dekade. Kini, kenapa kita tidak bersatu lagi dan mempererat persatuan tersebut untuk membangun negara ini ?
Monday, September 05, 2005
Plane Crash!!
Sejak awal tahun 2005 ini, tercatat sudah sekitar 22 kecelakaan pesawat terjadi. Paling parah terjadi di bulan Agustus dengan 6 kecelakaan.
02 Agustus 2005 Toronto, Canada - Air France (Airbus A-340)
06 Agustus 2005 Palermo, Italy - Tuninter (ATR-72-202) 16 tewas
10 Agustus 2005 Talinn, Estonia - Copterline (Sikorsky S-76C+) 14 tewas
14 Agustus 2005 Grammatikos, Greece - Helios Airways (Boeing 737-31S) 121 tewas
16 Agustus 2005 La Cucharita, Venezuela - West Caribbean Airways (McDonnell Douglas MD-82) 160 tewas
23 Agustus 2005 Near Pucallpa, Peru - TANS Peru (Boeing B-737-244) 43 tewas
Di dalam negeri sendiri, dalam kurun waktu 5 hari sudah terjadi 2 kecelakaan. Pertama kecelakaan yang menimpa helikopter jenis MI-2+ Call Sign P-5004 milik Kepolisian Daerah Sumatera Barat itu jatuh di kawasan Panorama I Sitinjau Laut Bukit Barisan Padang, 1 September 2005. Menewaskan seluruh penumpangnya. Dan barusan hari ini, Mandala RI-091 gagal take off di Bandara Polonia Medan. Pesawat bertipe Boeing 737-200 yang membawa lebih dari 100 penumpang itu menghantam kawasan padat penduduk di ujung bandara saat gagal lepas landas. Belum ada informasi tentang jumlah korban yang terjadi akibat kecelakaan ini. Namun berdasarkan Liputan6 SCTV dan Kompas Interaktif, per jam 12.20 sudah ada 30 jenazah yang berhasil di evakuasi. It will keep increasing.
02 Agustus 2005 Toronto, Canada - Air France (Airbus A-340)
06 Agustus 2005 Palermo, Italy - Tuninter (ATR-72-202) 16 tewas
10 Agustus 2005 Talinn, Estonia - Copterline (Sikorsky S-76C+) 14 tewas
14 Agustus 2005 Grammatikos, Greece - Helios Airways (Boeing 737-31S) 121 tewas
16 Agustus 2005 La Cucharita, Venezuela - West Caribbean Airways (McDonnell Douglas MD-82) 160 tewas
23 Agustus 2005 Near Pucallpa, Peru - TANS Peru (Boeing B-737-244) 43 tewas
Di dalam negeri sendiri, dalam kurun waktu 5 hari sudah terjadi 2 kecelakaan. Pertama kecelakaan yang menimpa helikopter jenis MI-2+ Call Sign P-5004 milik Kepolisian Daerah Sumatera Barat itu jatuh di kawasan Panorama I Sitinjau Laut Bukit Barisan Padang, 1 September 2005. Menewaskan seluruh penumpangnya. Dan barusan hari ini, Mandala RI-091 gagal take off di Bandara Polonia Medan. Pesawat bertipe Boeing 737-200 yang membawa lebih dari 100 penumpang itu menghantam kawasan padat penduduk di ujung bandara saat gagal lepas landas. Belum ada informasi tentang jumlah korban yang terjadi akibat kecelakaan ini. Namun berdasarkan Liputan6 SCTV dan Kompas Interaktif, per jam 12.20 sudah ada 30 jenazah yang berhasil di evakuasi. It will keep increasing.
Friday, September 02, 2005
Meeting di hari libur
Nah ini bos gue. Nama Razinil Imran.
Nickname Sapinil :p
Liburan gini kok malah ngajak meeting di kantor.

posted using MMS2Blogger - kidy
Nickname Sapinil :p
Liburan gini kok malah ngajak meeting di kantor.
posted using MMS2Blogger - kidy
Sunday, August 28, 2005
EPL Update Saturday
Pemain-pemain buangan menunjukkan aksinya minggu ini.
Seiring dengan datangnya Essien, Del Horno, Shaun Wright-Phillips, banyak pemain Chelsea yang dilego ke tempat lain. Salah satunya adalah Jiri Jarosik. Digaet Chelsea dari CSKA Moskow Januari 2005 lalu, pemain internasional Rusia ini sudah dipastikan kehilangan tempatnya di tim utama musim 2005/2006. Gelandang tangguh ini dipinjamkan satu musim ke Birmingham City dengan opsi dapat dikontrak permanen selesai masa peminjaman. Gol Jarosik di menit 26 membawa andil Birmingham menang 2-3 atas WBA.
Milan Baros, top skor Euro 2004 ini sudah masuk daftar jual begitu Rafa Benitez menginjakkan kakiknya ke Anfield. Mungkin Benitez berencana membangun kampung Spanyol di Anfield sehingga Luis Garcia dan Fernando Morientes sudah lebih dari cukup untuk barisan depan Liverpool ditambah dengan Djibril Cisse. Pembelian Peter Crouch-pun dinilai banyak pengamat hanya sebagai langkah "politis" saja supaya ada "muka lokal" di barisan penyerang. Jadi biar ga malu-maluin banget seperti yang dilakukan Arsene Wenger musim 2004/2005, saat dalam sebuah pertandingan Arsenal tidak menyertakan seorang pemain Inggris pun bahkan dalam daftar cadangan. Maklum di Arsenal, pemain lokalnya bisa dibilang hanya Ashley Cole serta Sol Campbell (yang masih dibalut cedera berkepanjangan). Gol Baros pada debutnya di menit ke 11 membawa Aston Villa meraih kemenangan atas Blackburn Rovers.
Sementara itu dalam pertandigan alot, London Derby antara Tottenham vs Chelsea menorehkan catatan tersendiri. Mickael Essien, pemain termahal Chelsea musim ini menerima kartu kuning pertamanya. Nyaris membuahkan hadiah penalti buat Spurs. Di sisi lain, striker Spurs asal Mesir, Mido, menerima kartu merah saat bertabrakan dengan Del Horno. Kartu merah pertama di EPL musim ini sepertinya. Keputusan yang kontroversial menurut saya, terlebih wasit selama pertandingan sepertinya lebih banyak mengambil keputusan yang menguntungkan Chelsea. Del Horno mencetak gol pertamanya di menit ke-39. Duff memastikan kemenangan Chelsea di babak kedua. Usaha Martin Jol untuk memecahkan catatan sejarah selama 17 tahun Spurs tidak pernah menang di kandang sendiri melawan Chelsea akhirnya gagal.
Seiring dengan datangnya Essien, Del Horno, Shaun Wright-Phillips, banyak pemain Chelsea yang dilego ke tempat lain. Salah satunya adalah Jiri Jarosik. Digaet Chelsea dari CSKA Moskow Januari 2005 lalu, pemain internasional Rusia ini sudah dipastikan kehilangan tempatnya di tim utama musim 2005/2006. Gelandang tangguh ini dipinjamkan satu musim ke Birmingham City dengan opsi dapat dikontrak permanen selesai masa peminjaman. Gol Jarosik di menit 26 membawa andil Birmingham menang 2-3 atas WBA.
Sementara itu dalam pertandigan alot, London Derby antara Tottenham vs Chelsea menorehkan catatan tersendiri. Mickael Essien, pemain termahal Chelsea musim ini menerima kartu kuning pertamanya. Nyaris membuahkan hadiah penalti buat Spurs. Di sisi lain, striker Spurs asal Mesir, Mido, menerima kartu merah saat bertabrakan dengan Del Horno. Kartu merah pertama di EPL musim ini sepertinya. Keputusan yang kontroversial menurut saya, terlebih wasit selama pertandingan sepertinya lebih banyak mengambil keputusan yang menguntungkan Chelsea. Del Horno mencetak gol pertamanya di menit ke-39. Duff memastikan kemenangan Chelsea di babak kedua. Usaha Martin Jol untuk memecahkan catatan sejarah selama 17 tahun Spurs tidak pernah menang di kandang sendiri melawan Chelsea akhirnya gagal.
Monday, August 22, 2005
Allaahu Akbar
Pernahkan kamu merasakan mukjizat Alloh SWT secara langsung ? Mukjizat Alloh ada di mana-mana, baik kita sadari ataupun nggak. Dan bagi kita yang merasakannya langsung dan menyadarinya, sungguh hal tersebut susah diungkapkan dengan kata-kata.
Sepanjang 2 minggu kemarin, saya bersama dengan 6 orang rekan dikirim perusahaan ke Kuala Lumpur untuk training. Berangkat hari Minggu tanggal 4 Agustus 2005. Nice flight with Malaysia Airlines. Cuaca KL cukup cerah namun terasa lebih panas daripada Jakarta. Hari Senin musibah itu datang...
Kabut asap mulai menyelimuti KL dan beberapa wilayah Malaysia. Selain jarak pandang yang kian menipis karena tebalnya kabut asap, masalah kesehatan terutama pernafasan menjadi makin kritis. Dan tiap hari keadaan makin memburuk. Tingkat API (bukan Audisi Pelawak tpI, tapi Air Pollutant Index) di KL dan beberapa kota lainnya melonjak naik. Kegiatan ibukota dan beberapa kota disekitarnya siang hari menjadi sangat terganggu. Masker pun menjadi best selling product of the year di Malaysia minggu tersebut.
Suasana malam hari agak lebih mendingan. Kadar kabut asap menipis, sehingga lebih banyak orang yang bisa melakukan kegiatan luar rumah. Termasuk kita, cuman bisa jalan-jalan keluar selesai maghrib :P
Pemerintah Malaysia sejauh itu telah mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari imbauan, bagi-bagi masker, meliburkan lebih dari 700 sekolah dan mengirim beberapa pejabat negara untuk melakukan diskusi diplomatik dengan pejabat negara asal asap tersebut. Yup, negara kita ini. Sampai dengan Selasa (9/8/2005) dilaporkan sekitar lebih dari 300 titik api muncul di daerah Sumatra. Belum lagi yang di Kalimantan.
Satu yang sempat menarik perhatian adalah ajakan untuk melakukan sholat hajat bersama selesai sholat Jum'at (12/8/2005). Juga seruan untuk sholat Istisqo' pada hari kamis. Kalo ga salah di TV1. Perdana Menteri juga menyerukan kepada penganut agama yang lain untuk berdoa di tempat peribadatannya masing-masing pada hari Jum'at. Hari Jum'at, training selesai lebih awal. Selain pesertanya harus sholat Jum'at, John Hurley (trainer kita) juga mo berangkat liburan weekend ke Langkawi. Dari Mid Valler, saya ber-7 naik komuter ke KL Railway Station. Jalan kaki sedikit ke Masjid Negara (National Mosque). Kabut asap masih meyelimuti KL hari itu. Dan sukseslah saya terbatuk-batuk selama di luar komuter. Walo dah nutup muka ala ninja pake bandana, asap masih tembus juga. Belum lagi mata perih. Lantai masjid yang dingin hari itu seakan tak kuasa untuk mencegah suasana gerah yang timbul karena kabut asap.
Isi khutbah kurang lebih mengajak para jamaah untuk introspeksi. Sebagai contoh bahwa musibah "jerebu" yang sedang melanda negara tersebut adalah ulah segelintir dari mereka yang terlalu rakus sehingga melakukan segala cara untuk meraih untung tanpa memperdulikan yang lain. Sementara buletin Jum'at membahas tentang bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Selesai sholat Jum'at, Imam Masjid langsung mengajak untuk sholat Hajat. Sepengamatan saya, lebih dari 90% jamaah mengkutinya. Sisanya khusyuk melakukan dzikir selesai sholat. Dan beberapa saja yang meninggalkan masjid.
Selesai sholat hajat, kita berencana mau melihat-lihat obyek-obyek wisata yang berada disekitar Masjid. Saya, Abim dan Eddy kebetulan keluar dulu ke pelataran masjid. Abim dan Eddy dengan ransel di punggung serta masker menutup muka dah kaya pasukan pembasmi hama saja deh. Begitu kita membalikkan badan ke arah masjid untuk menunggu yang lain, mukjizat itu terjadi.
Angin kencang bertiup di pelataran masjid yang mulai sepi tersebut. Menerbangkan rontokan dedadunan dari pepohonan di sekitar masjid. Semenjak datang ke KL, nyaris ngga ada angin yang bertiup, apa lagi sekencang itu. Tidak hanya itu, kabut asap yang menyelimuti KL sejak 5 hari seakan ikut diterbangkan oleh angin tersebut. Allaahu Akbar. Alloh Maha Besar. Do'a mereka yang melakukan sholat hajat beberapa menit yang lalu langsung terjawab. Kita bertiga, ditambah Sigit yang menyusul ke pelataran masjid cuman bisa takbir serta takjub dengan keadaan saat itu. Matahari kembali nampak sebagaimana mestinya dan disambut dengan gembira oleh orang-orang.
Sigit sempat berkelakar,
"Sungguh doa orang-orang di negara ini masih didengar oleh Alloh. Bagaimana dengan doa di negara kita?"
Abim langsung nyeletuk,
"Orang-orang kita mesti ngelihat diri dulu, Bos. Kalo mau doanya didengar ama Yang Di Atas, yang doa mesti bener dulu dong. Masa doa minta macem-macem tapi korupsi masih dijalanin. Boro-boro didenger, adanya malah dicoba mulu"
Kita ber-7 (minus Karnoto yang masih belom keliahatan) cuman bisa tertawa getir.
Hari Sabtu hujan mengguyur KL. Sholat Istisqo' pun dikabulkan Alloh. Allaahu Akbar. Subhannallah.
Sepanjang 2 minggu kemarin, saya bersama dengan 6 orang rekan dikirim perusahaan ke Kuala Lumpur untuk training. Berangkat hari Minggu tanggal 4 Agustus 2005. Nice flight with Malaysia Airlines. Cuaca KL cukup cerah namun terasa lebih panas daripada Jakarta. Hari Senin musibah itu datang...
Kabut asap mulai menyelimuti KL dan beberapa wilayah Malaysia. Selain jarak pandang yang kian menipis karena tebalnya kabut asap, masalah kesehatan terutama pernafasan menjadi makin kritis. Dan tiap hari keadaan makin memburuk. Tingkat API (bukan Audisi Pelawak tpI, tapi Air Pollutant Index) di KL dan beberapa kota lainnya melonjak naik. Kegiatan ibukota dan beberapa kota disekitarnya siang hari menjadi sangat terganggu. Masker pun menjadi best selling product of the year di Malaysia minggu tersebut.
Suasana malam hari agak lebih mendingan. Kadar kabut asap menipis, sehingga lebih banyak orang yang bisa melakukan kegiatan luar rumah. Termasuk kita, cuman bisa jalan-jalan keluar selesai maghrib :P
Pemerintah Malaysia sejauh itu telah mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari imbauan, bagi-bagi masker, meliburkan lebih dari 700 sekolah dan mengirim beberapa pejabat negara untuk melakukan diskusi diplomatik dengan pejabat negara asal asap tersebut. Yup, negara kita ini. Sampai dengan Selasa (9/8/2005) dilaporkan sekitar lebih dari 300 titik api muncul di daerah Sumatra. Belum lagi yang di Kalimantan.
Satu yang sempat menarik perhatian adalah ajakan untuk melakukan sholat hajat bersama selesai sholat Jum'at (12/8/2005). Juga seruan untuk sholat Istisqo' pada hari kamis. Kalo ga salah di TV1. Perdana Menteri juga menyerukan kepada penganut agama yang lain untuk berdoa di tempat peribadatannya masing-masing pada hari Jum'at. Hari Jum'at, training selesai lebih awal. Selain pesertanya harus sholat Jum'at, John Hurley (trainer kita) juga mo berangkat liburan weekend ke Langkawi. Dari Mid Valler, saya ber-7 naik komuter ke KL Railway Station. Jalan kaki sedikit ke Masjid Negara (National Mosque). Kabut asap masih meyelimuti KL hari itu. Dan sukseslah saya terbatuk-batuk selama di luar komuter. Walo dah nutup muka ala ninja pake bandana, asap masih tembus juga. Belum lagi mata perih. Lantai masjid yang dingin hari itu seakan tak kuasa untuk mencegah suasana gerah yang timbul karena kabut asap.
Isi khutbah kurang lebih mengajak para jamaah untuk introspeksi. Sebagai contoh bahwa musibah "jerebu" yang sedang melanda negara tersebut adalah ulah segelintir dari mereka yang terlalu rakus sehingga melakukan segala cara untuk meraih untung tanpa memperdulikan yang lain. Sementara buletin Jum'at membahas tentang bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Selesai sholat Jum'at, Imam Masjid langsung mengajak untuk sholat Hajat. Sepengamatan saya, lebih dari 90% jamaah mengkutinya. Sisanya khusyuk melakukan dzikir selesai sholat. Dan beberapa saja yang meninggalkan masjid.
Selesai sholat hajat, kita berencana mau melihat-lihat obyek-obyek wisata yang berada disekitar Masjid. Saya, Abim dan Eddy kebetulan keluar dulu ke pelataran masjid. Abim dan Eddy dengan ransel di punggung serta masker menutup muka dah kaya pasukan pembasmi hama saja deh. Begitu kita membalikkan badan ke arah masjid untuk menunggu yang lain, mukjizat itu terjadi.
Angin kencang bertiup di pelataran masjid yang mulai sepi tersebut. Menerbangkan rontokan dedadunan dari pepohonan di sekitar masjid. Semenjak datang ke KL, nyaris ngga ada angin yang bertiup, apa lagi sekencang itu. Tidak hanya itu, kabut asap yang menyelimuti KL sejak 5 hari seakan ikut diterbangkan oleh angin tersebut. Allaahu Akbar. Alloh Maha Besar. Do'a mereka yang melakukan sholat hajat beberapa menit yang lalu langsung terjawab. Kita bertiga, ditambah Sigit yang menyusul ke pelataran masjid cuman bisa takbir serta takjub dengan keadaan saat itu. Matahari kembali nampak sebagaimana mestinya dan disambut dengan gembira oleh orang-orang.
Sigit sempat berkelakar,
"Sungguh doa orang-orang di negara ini masih didengar oleh Alloh. Bagaimana dengan doa di negara kita?"
Abim langsung nyeletuk,
"Orang-orang kita mesti ngelihat diri dulu, Bos. Kalo mau doanya didengar ama Yang Di Atas, yang doa mesti bener dulu dong. Masa doa minta macem-macem tapi korupsi masih dijalanin. Boro-boro didenger, adanya malah dicoba mulu"
Kita ber-7 (minus Karnoto yang masih belom keliahatan) cuman bisa tertawa getir.
Hari Sabtu hujan mengguyur KL. Sholat Istisqo' pun dikabulkan Alloh. Allaahu Akbar. Subhannallah.
Friday, August 19, 2005
Back Online
Finally ...
Setelah ngilang kurang lebih 11 hari ke Kuala Lumpur, akhirnya bisa balik juga ke Jakarta. Kata teman-teman satu perjalanan, akhirnya kita back to the real life setelah hampir dua minggu dimanja dengan kenyamanan public infrastructure di negeri jiran. Kejutan pertama di Jakarta adalah ... mati lampu yang melanda sebagain besar Jakarta dan nyaris melumpuhkan kebanyakan aktivitas ibukota. What a shame ...
Lebih kocaknya lagi, ternyata massive blackout tersebut melanda jawa-bali ga cuman Jakarta saja. Pheww ... Untung data center ga ada masalah, begitu juga listrik kantor. Yang jelas sih jalanan jadi kacau karena traffic light pada tewas. Traffic light berfungsi normal aja keadaan kaya gitu, apa lagi kalo mati serentak satu Jakarta. Bayangin sendiri deh.
By the way, walaupun telat tapi saya turut mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-60 lepas dari penjajahan Belanda. Mari kita bangun negeri ini, paling tidak supaya bisa mengejar negeri tetangga (kayanya "saingan" kita saat ini cuman Laos, Kamboja, Vietnam ajah deh di ASEAN), dan bersihkan negara kita ini dari tikus dan rayap.
Setelah ngilang kurang lebih 11 hari ke Kuala Lumpur, akhirnya bisa balik juga ke Jakarta. Kata teman-teman satu perjalanan, akhirnya kita back to the real life setelah hampir dua minggu dimanja dengan kenyamanan public infrastructure di negeri jiran. Kejutan pertama di Jakarta adalah ... mati lampu yang melanda sebagain besar Jakarta dan nyaris melumpuhkan kebanyakan aktivitas ibukota. What a shame ...
Lebih kocaknya lagi, ternyata massive blackout tersebut melanda jawa-bali ga cuman Jakarta saja. Pheww ... Untung data center ga ada masalah, begitu juga listrik kantor. Yang jelas sih jalanan jadi kacau karena traffic light pada tewas. Traffic light berfungsi normal aja keadaan kaya gitu, apa lagi kalo mati serentak satu Jakarta. Bayangin sendiri deh.
By the way, walaupun telat tapi saya turut mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-60 lepas dari penjajahan Belanda. Mari kita bangun negeri ini, paling tidak supaya bisa mengejar negeri tetangga (kayanya "saingan" kita saat ini cuman Laos, Kamboja, Vietnam ajah deh di ASEAN), dan bersihkan negara kita ini dari tikus dan rayap.
Monday, August 08, 2005
Thursday, July 28, 2005
Tight Schedule
Hueeeee, schedule minggu ini sampe tengah bulan Agustus padet banget. Mulai rutinitas kerjaan, kampus, trening dll. Aih, ga tau apa yang mo ditulis di blog. Ya udah lah ini ajah dulu sementara :)
Sunday, July 24, 2005
Subscribe to:
Posts (Atom)