Monday, August 16, 2004

Medali pertama di Athena oleh Lisa Rumbewas

Lifter Indonesia Raema Lisa Rumbewas mempersembahkan medali pertama buat kontingen Merah Putih di Olimpiade Athena. Kemarin, di kelas 53 kg Rumbewas sukses merebut medali perak.

Medali pertama Indonesia di kancah olimpiade juga berupa medali perak. Penyumpang medali perak pertama itupun juga wanita, 3 orang sekaligus. Trio pemanah yang dijuluki srikandi Indonesia ini sayangnya tidak mendapat penerus yang baik di Olimpiade Athena 2004 ini.

Keberhasilan Rumbewas tersebut berarti mengulang sukses serupa ketika ia juga merebut perak di Olimpiade Sydney 2000 saat turun di kelas 48 kg. Mengingat konflik yang sempat terjadi antara manajemen(KONI) atlit Indonesia dengan Lisa yang berkenaan dengan "dicoretnya" ibunda Lisa yang merangkap pelatihnya yaitu Ida Korwa, medali ini adalah sebuah pembuktian. Pembuktian bahwa Lisa bisa berprestasi kalau dia tidak di"usili". Pelatih Lisa yang paling baik dan mengerti akan dirinya adalah pelatih yang membentuk dirinya mulai nol, build her from scracth hingga berprestasi Internasional. Terlebih lagi pelatih tersebut adalah ibundanya sendiri yang juga seorang atlit profesional. Aku ga habis pikit kenapa beliau kok malah sempat dicoret dari kontingen yang akan diberangkatkan ke Athena, malah pelatih lain yang jarang nongol -apalagi ngasih latihan- yang 100% akan diberangkatkan. Ga salah dan amat sangat pantas kalo Lisa sempat ngambek dan keluar dari pelatnas. Orang mau berprestasi, bukannya malah didukung dan diprasarani dengan baik kok malah dikerjain. Yah inilah indonesia, KKN terjadi di mana-mana.

Sementara itu, Angelique Widjaja menjadi petenis Indonesia pertama yang melaju ke babak kedua dalam pertandingan Olimpiade Athena, setelah menang 1-6, 6-2 dan 6-1 atas pemain Thailand Tamarine Tanasugarn. Sejak pertama kali tampil pada Olimpiade 1984 di Los Angeles Amerika Serikat, tak satu pun petenis Indonesia, baik putra maupun putri yang mampu melewati babak pertama. Kini, kebuntuan itu sirna di Olympic Tennis Center, Athena.

Angie yang kalah jauh peringkatnya dari Tamarine, ternyata mampu membalikkan perkiraan. Ia memang sempat kalah 1-6 di set pertama dari petenis peringkat 47 dunia itu, namun bangkit dengan merebut dua set berikutnya dengan 6-2 dan 6-1. Seperti yang dijanjikannya sehari sebelum pertandingan, Angie memang tampil ngotot.

Atlet-atlet kita sebenarnya sangat berkualitas. Sayang sekali orang-orang yang duduk di manajemennya nyaris tidak ada yang berkualitas. Seperti yang sabda Nabi Muhammad SAW, apabila suat urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah kehancurannya (HR Bukhari dan Muslim).