Thursday, February 21, 2008

Photoshop-on-Linux

Google telah mengumumkan dukungannya (dana) untuk membuat versi Windows dari Adobe Photoshop dan produk Creative Suite lainnya dapat berjalan bagus di komputer-komputer bersistem operasi Linux. Untuk itu Google menyewa Codeweavers - pembuat perangkat lunak Wine - untuk membuat Photoshop berjalan dengan lebih baik di Linux. Walaupun belum tentu semua produk Creative Suite akan mendapatkan dukungan dana untuk pengembangan supaya dapat berjalan di Linux, tapi yang jelas Photoshop-on-Linux saat ini menjadi prioritas Google.

Google sendiri sudah menggunakan wine untuk aplikasi Picasa versi Linux miliknya. Picasa digunakan untuk editing, tagging dan upload foto. Ya, saya pengguna picasa. Hasilya bisa dilihat di kotak-kotak foto disidebar kanan blog ini (iklan :P)

Nah apa itu wine? Banyak yang menyebut bahwa wine adalah emulator. Namun wine sendiri singkatan dari "Wine Is Not an Emulator". Nah kan? Bingung?
Hehehehehe, jadi begini, wine adalah sebuah perangkat lunak yang memungkinkan sistem operasi Unix yang berjalan di komputer berasitektur x86 (PC dengan CPU Interl atau AMD yang kebanyakan dikenal orang saat ini) untuk mejalankan program-program yang aslinya dibuat untuk dapat berjalan di sistem operasi Microsoft Windows. Wine akan melakukan intersepsi perintah-perintah Windows dari program tersebut, mengubah/mengkonversikannya menjadi instruksi-instruksi untuk kernal Linux dan subsistem grafisnya.

Berdasarkan survey yang dilakukan Novell, Photoshop menempati peringkat pertama sebagai aplikasi non-Linux yang diinginkan supaya dapat berjalan di Linux. Perangkat lunak lain yang didambakan pengguna Linux berdasarkan polling tersebut diantaranya adalah Autocad, Dreamweaver, iTunes, Macromedia Studio, Flash, Quicken, Visio, Quickbooks, Lotus Notes.

Nah karena saya ga punya duit buat beli Photoshop, sepertinya saya stick with GIMP ajah dulu :P iTunes would be very nice if it has the native Linux version. Tapi saya ga punya iPod, cuman Creative Zen Neeon yang udah berumur 3 tahun sekarang. Jadi menggunakan Banshee dah cukup lah :) Visio ... ah itu termasuk yang saya idamkan. Kurang puas dengan Dia. Ngga network admin friendly ... jadi kalo bikin diagram networking ga senyaman Visio. Saya ga butuh Quicken/Quickbooks, untuk personal financial management saya bisa pake KMyMoney, GnuCash atau beli Moneydance ajah $29.99. Autocad skip, saya ga pakai. Dreamweaver? Saya berhenti pakai wysiwyg editor sejak eneg dengan betapa kotor dan tidak rapinya source code hasil Ms Frontpage sekitar tahun 1997 lalu.

Read this post on my new blog
http://nuy.jirolu.net/2008/02/21/photoshop-on-linux/